Berita

ilustrasi/net

Menteri Tidak Becus Disarankan Ditendang

Agar Pemerintahan Berjalan Baik
SENIN, 27 JULI 2015 | 10:52 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Sejumlah menteri Kabinet Kerja Jokowi-JK dinilai tidak kompeten dan tidak memenuhi standar sebagai menteri. Karena itu, agar pemerintahan berjalan dengan baik, Presiden Jokowi diminta segera melakukan evaluasi dan melakukan pergantian anggota kabinet atau reshuffle.

"Sejumlah menterinya Jokowi tidak memenuhi kualifikasi. Bukan kita bilang tidak pintar, tetapi dalam kenyataan yang terlihat, hari ini sejumlah menteri tidak sesuai dengan bidang dan kemampuannya," ujar Pakar Hukum Tata Negara Universitas Kristen Indonesia (UKI) Nikson Gans Lalu, di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, dalam tata kelola negara dan pemerintahan, fungsi seorang menteri mencakup dua hal yaitu jabatan secara kolektif dan jabatan secara personal. Mengenai posisi jabatan itu, menurut Nikson semestinya juga menjadi ukuran bagi Jokowi untuk melakukan penilaian sekaligus menyusun kembali kabinetnya agar bekerja secara efektif.


"Jabatan kolektif itu misalnya anggota DPR, sedangkan jabatan personal ialah dikalangan eksekutif. Dalam ranah jabatan personal, seorang menteri harus bertindak tepat dalam mengambil keputusan. Di sini membutuhkan keahlian, profesionalitas, pengalaman maupun integritas yang teruji," paparnya.

Dengan melihat performa dan kinerja menteri Kabinet Kerja hingga hari ini, lanjut kandidat Doktor ini, sangat disayangkan bahwa sejumlah menteri yang ada malah tidak memenuhi standar dan kualifikasi dalam bidang yang digelutinya dalam memimpin departemen di pemerintahan.

"Dalam kerangka itu, saya melihat ada sejumlah menteri dalam Kabinet Kerja Presiden Jokowi ini, ternyata tidak memenuhi standar yang diharapkan. Hal ini terlihat dalam kinerja mereka sehari-hari, karena tidak memiliki keahlian di bidangnya," ujar Nikson.

Jika Jokowidodo masih mau menjalankan roda pemerintahan dengan kabinet kerja yang efektif, lanjut Nikson, maka sebaiknya Presiden segera melakukan evaluasi dengan melaksanakan reshuffle kabinet untuk mencari dan menempatkan orang-orang yang tepat di setiap kementeriannya.

Jadi, sebaiknya menteri-menteri tersebut diganti atau diresufhle saja. Misalnya menteri-menteri di bidang ekonomi maupun menteri bidang kemanusiaan,” ujarnya. ***

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya