Berita

Saduddin/net

Politik

PILKADA SERENTAK 2015

PKS Tolak Penundaaan Pilkada Meski Calon Cuma Satu Pasangan

SENIN, 27 JULI 2015 | 06:33 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2015 memungkinan lahirnya banyak pasangan calon tunggal di beberapa daerah. Hal ini berpotensi menunda Pilkada hingga tahun 2017.

Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PKS Saduddin menegaskan adanya potensi masalah baru yang diakibatkan penundaan Pilkada 2015.

"Penundaan hanya akan menimbulkan masalah baru," kata Saad dalam keterangannya, Senin (27/7).


Menurutnya, keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang membolehkan keluarga petahana untuk maju dan diharuskannya mundur bagi PNS serta anggota dewan, baik DPR, DPRD maupun DPD untuk maju sebagai calon Kepala Daerah menyebabkan pesta demokrasi Pilkada menjadi sepi peminat.

Kondisi ini dimungkinkan mengingat begitu kuatnya posisi tawar petahana untuk terpilih kembali. Terlebih lagi, sebagai kompetitor kuat petahana, yakni anggota DPR/DPRD/DPD, PNS dan calon independen dihadapkan pada pilihan yang sulit jika harus berhadapan dengan petahana.  

Sa'duddin membeberkan sejumlah masalah yang akan muncul, diantaranya;  pertama, terjadi kekosongan kekuasaan. Walaupun dimungkinkan adanya pelaksana tugas (Plt) sebagai penjabat Kepala Daerah, lanjutnya,  tetapi Plt memiliki kewenangan yang terbatas.

"Apa jadinya suatu daerah selama dua tahun menjalankan pemerintahan tetapi tidak bisa mengambil kebijakan yang strategis," ungkap politisi PKS yang juga anggota Panja Pilkada ini.

Kedua, adanya pemborosan anggaran. Ketika pelaksanaan Pilkada ditunda, maka daerah tersebut harus menganggarkan kembali untuk penyelenggaraan Pilkada yang tertunda. Meski tidak seratus persen nilainya, tetapi minimal mengganti sejumlah anggaran yang telah terpakai sebelumnya.

"Tentunya anggaran Pilkada 2015 sebagiannya telah terpakai, sehingga perlu adanya tambahan penganggaran lagi ketika ditunda pelaksanaannya di tahun 2017," tutur Sa'duddin.

Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI ini juga mengatakan bahwa penundaan Pilkada 2015 hanya akan menambah masalah sosial di masyarakat karena akan memunculkan konflik horisontal yang berkepanjangan.

"Jika tidak segera dituntaskan pelaksanaanya, akan menambah masalah sosial di masyarakat," ujar Saad.

Mantan Bupati Bekasi ini menyarankan agar pelaksanaan Pilkada 2015 dapat dituntaskan pada tahun ini juga, tidak perlu adanya penundaan. Munculnya calon tunggal harus diakui sebagai fenomena kuatnya akseptabilitas calon di mata publik dan ini harus diapresiasi sebagai bentuk kemenangan dalam proses demokrasi, bukan malah menundanya.

"Tentunya diperlukan regulasi baru sebagai solusi," tutup Sa'duddin. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Gus Ipul Cek Perkembangan Siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama Manado

Jumat, 12 Juni 2026 | 00:14

Pegawai Imigrasi Jaksel Tingkatkan Kemampuan Jurnalistik dan Kehumasan

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:46

Pengawasan MBG Harus Diperkuat Usai Dadan Dkk Dicokok Kejagung

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:28

Pemerintah Sepakati Kerangka RAPBN 2027, Pertumbuhan Ekonomi Dibidik 6,5 Persen

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:02

Piala AFF U-19: Drama VAR Kubur Impian Garuda Muda ke Final

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:56

Mahasiswa Jabar Turun ke Jalan Suarakan RUU Polri dan BBM

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:24

PLN Berhasil Operasikan Tower Emergency, Sistem Kelistrikan Sumut Kembali Normal

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:14

Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tetap, Pertamax Naik Ikuti Harga Pasar

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

Target Pendapatan Dipatok Naik, DPR Restui Minuman Manis Kena Cukai

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

PLN Pulihkan Sistem Kelistrikan Sumatera Utara 72 Jam Lebih Cepat

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:02

Selengkapnya