Berita

hs dillon/net

Politik

HS Dillon: Pelaku Usaha Butuh Kepastian

MINGGU, 26 JULI 2015 | 16:19 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Tokoh nasional HS Dillon angkat bicara terkait melemahnya pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini. Ia menilai banyak faktor yang menyebabkan ekonomi nasional melambat.

Faktor pertama, kurangnya koordinasi di pemerintahan. Menurut Dillon, hal ini yang menyebabkan program Nawa Cita dan Trisakti yang dikampanyekan Presiden Jokowi belum tersentuh.

"Koordinasi ini sangat perlu, termasuk koordinasi dengan penegak hukum," sebut pakar pangan dan pertanian ini dalam perbincangan dengan redaksi beberapa saat lalu (Minggu, 26/7).


Dillon menilai, selama ini menteri koordinator (menko) kurang melakukan fungsi koordinasi dengan para menteri di bawahnya. Akhirnya para menteri jalan sendiri-sendiri, dan menko bingung mau laporan apa kepada Presiden.

Selanjutnya adalah faktor independensi Kepala Nagara. Presiden kata Dillon tidak boleh dikontrol partai. Menurutnya, kalau Presiden sudah dikendalikan parpol, maka tidak akan ada kepastian. Dengan begitu, para investor akan berpikir seribu kali masuk ke Indonesia.

"Pelaku bisnis dan investor itu mau kepastian yang lebih tinggi. Mereka ingin the president control, bukan parpol," papar Dillon.

Masih kata Dillon, faktor lain yang menyebabkan ekonomi nasional melambat adalah karena minimnya produksi negara dan masyarakat. Contoh kecil saja, memproduksi kecap menurut Dillon, sebenarnya bisa dilakukan di tingkat rumah tangga.

"Inikan tidak. Seharunya kita berpikir, kalau belum memproduksi kita malu untuk makan," imbuh dia menganalogikan.

Tambah Dillon, kalau negara masih doyan konsumtif, bangsa ini tidak akan maju-maju. Pradigmanya harus dibalik, Indonesia harus banyak memproduksi dan meninggalkan perediket sebagai pasar. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Gus Ipul Cek Perkembangan Siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama Manado

Jumat, 12 Juni 2026 | 00:14

Pegawai Imigrasi Jaksel Tingkatkan Kemampuan Jurnalistik dan Kehumasan

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:46

Pengawasan MBG Harus Diperkuat Usai Dadan Dkk Dicokok Kejagung

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:28

Pemerintah Sepakati Kerangka RAPBN 2027, Pertumbuhan Ekonomi Dibidik 6,5 Persen

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:02

Piala AFF U-19: Drama VAR Kubur Impian Garuda Muda ke Final

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:56

Mahasiswa Jabar Turun ke Jalan Suarakan RUU Polri dan BBM

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:24

PLN Berhasil Operasikan Tower Emergency, Sistem Kelistrikan Sumut Kembali Normal

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:14

Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tetap, Pertamax Naik Ikuti Harga Pasar

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

Target Pendapatan Dipatok Naik, DPR Restui Minuman Manis Kena Cukai

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

PLN Pulihkan Sistem Kelistrikan Sumatera Utara 72 Jam Lebih Cepat

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:02

Selengkapnya