Berita

ilustrasi/net

Menteri Asal PKB Ini Ajak Masyarakat Desa Gelar Sholat Minta Hujan

MINGGU, 26 JULI 2015 | 09:50 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Musibah kekeringan yang melanda desa-desa menimbulkan keprihatinan tersendiri bagi Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendesa PDTT) Marwan Jafar. Ia menyerukan dilakukannya sholat Istisqo atau sholat mohon turun hujan, sebagai salah satu cara untuk mendatangkan hujan guna mengatasi musibah kekeringan yang melanda banyak desa di Indonesia.

"Bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang religius, menghadapi situasi sulit seperti musibah kekeringan sekarang ini mari kita tundukkan kepala tengadahkan tangan memohon kepada Allah Yang Maha Pengasih. Saya serukan desa-desa secepatnya lakukan sholat istisqo mohon segera diturunkan hujan. Bagi saudara-saudara yang nonmuslim diharapkan juga berdoa menurut keyakinannya masing-masing," ujar Marwan dalam surat elektroniknya, Minggu (26/7).

Dijelaskan Menteri asal Partai Kebangkitan Bangsa Ini (PKB) ini, sholat Istisqo adalah sholat yang dilakukan dalam rangka memohon hujan kepada Yang Maha Kuasa. Hukum sholat Istisqo adalah sunnah muakkadah (sangat dianjurkan) bagi yang terkena musibah kekeringan yang berakibat kelangkaan air untuk minum dan kebutuhan lainnya. Sebelum melaksanakan sholat Istisqa dianjurkan semua jamaah memperbanyak istighfar, memohon ampunan kepada Allah SWT atas segala dosa yang telah dilakukannya. Sholat Isitisqo harus dilaksanakan dengan penuh khidmat, keprihatinan dalam keadaan memelas dan merendahkan diri serendah rendahnya kepada Allah SWT, tidak boleh banyak bicara baik ketika perjalanan, duduk maupun menunggu. Semua harus dilakukan dengan sangat khusyu dan hening.


"Saya sejak beberapa waktu lalu telah memantau fenomena kekeringan yang melanda hampir semua daerah di Indonesia, tak kunjung turunnya hujan menyebabkan sumber air desa menjadi kering, warga desa kesulitan air bersih untuk keperluan sehari-hari. Kita juga khawatir akan terjadi gagal panen, begitu juga usaha desa seperti perkebunan, peternakan, perikanan darat, dan lainnya akan ikut terganggu atau berhenti," terang Mneteri Marwan.

Pihaknya mencatat, di Provinsi Nusa Tenggara Barat tercatat 379 desa dari 76 kecamatan mengalami ancaman kekeringan dan kekurangan air bersih, termasuk diantaranya kekeringan di lahan persawahan. Sementara di Pamekasan terdapat 80 desa yang rawan kekeringan, di Wonogiri sebanyak 38 desa. Di daerah-daerah lain juga banyak desa yang sudah atau akan mengalami kelangkaan air. Bahkan Kota Bogor yang terkenal sebagai kota hujan saat ini lebih separuh wilayahnya mengalami kekeringan dan darurat air bersih.

"Kondisi desa yang terkena musibah kekeringan ini harus segera kita atasi, kita upayakan solusinya bersama-sama, selain dengan upaya yang sifatnya lahiriah sangat penting juga kita ber-ikhtiyar melalui upaya batiniah dan cara-cara spiritual dengan berdoa dan melakukan sholat istisqo untuk memohon hujan turun guna mengatasi musibah kekeringan yang terjadi saat ini," kata Menteri Marwan yang merupakan alumnus Pesantren Kajen Pati ini.

Dari berbagai fakta yang terliput media, lanjutnya, setelah usainya shalat Istisqo yang dilakukan dengan sangat khusyu ternyata daerah tersebut dan sekitarnya tidak berselang lama segera turun hujan. "Realitas ini menunjukkan bahwa cara-cara spiritualitas juga bisa menjadi solusi kongkrit atas masalah yang dihadapi bangsa, namun hal ini tidak lantas membuat kita melupakan cara-cara lahiriah dengan memanfaatkan sains dan teknologi, justru kita harus memadukan kedua cara itu secara bijaksana dan tepatguna," ungkapnya.

Menteri Marwan juga menyerukan pentingnya dibangun solidaritas dan kerja sama antardesa dalam mengatasi musibah kekeringan. Desa-desa yang kebetulan memiliki sumber air melimpah diserukan untuk membantu memberikan pasokan air kepada desa-desa yang kekeringan.

"Saat inilah momen yang tepat untuk menunjukkan bahwa desa-desa kita masih memegang teguh nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, tolong menolong, dan kearifan lokal lainnya dalam menghadapi kesulitan hidup. Ayo desa-desa yang punya pasokan air berlebih segera bantu desa-desa lainnya yang membutuhkan, ya setidaknya untuk keperluan minum dan memasak," imbau Menteri Marwan.

Ia mengingatkan data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisikan (BMKG) bahwa musim kemarau akan berlangsung lama hingga bulan September mendatang, dan tidak mungkin dilakukan program hujan buatan karena kondisi awan, angin dan iklim saat ini tak menunjang dilakukannya program tersebut. Hal ini bisa menyebabkan desa-desa mengalami kekeringan yang berkepanjangan, sehingga sangat diperlukan adanya upaya antisipasi termasuk menggalang solidaritas dan kerja sama antardesa dalam memenuhi kebutuhan air bersih. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Gus Ipul Cek Perkembangan Siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama Manado

Jumat, 12 Juni 2026 | 00:14

Pegawai Imigrasi Jaksel Tingkatkan Kemampuan Jurnalistik dan Kehumasan

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:46

Pengawasan MBG Harus Diperkuat Usai Dadan Dkk Dicokok Kejagung

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:28

Pemerintah Sepakati Kerangka RAPBN 2027, Pertumbuhan Ekonomi Dibidik 6,5 Persen

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:02

Piala AFF U-19: Drama VAR Kubur Impian Garuda Muda ke Final

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:56

Mahasiswa Jabar Turun ke Jalan Suarakan RUU Polri dan BBM

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:24

PLN Berhasil Operasikan Tower Emergency, Sistem Kelistrikan Sumut Kembali Normal

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:14

Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tetap, Pertamax Naik Ikuti Harga Pasar

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

Target Pendapatan Dipatok Naik, DPR Restui Minuman Manis Kena Cukai

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

PLN Pulihkan Sistem Kelistrikan Sumatera Utara 72 Jam Lebih Cepat

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:02

Selengkapnya