Berita

zulkifli hasan/net

Ketua MPR Sebut Tragedi Tolikara seperti Kembali Hidup Sebelum Merdeka

MINGGU, 26 JULI 2015 | 00:01 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Perdebatan mengenai perbedaan di Indonesia sudah selesai dibicarakan sejak UUD 1945 selesai dicipta pada 18 Agustus 1945 silam. Atas dasar itu, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menilai bahwa tragedi Tolikara seharusnya tidak terjadi apalagi sangat bersinggungan dengan suku, agama, dan ras ( SARA ).

"Melalui para founding father kita, bangsa ini sudah berkomitmen untuk bersatu dalam keberagaman dalam wadah NKRI dan semuanya sudah tertera jelas dalam konstitusi Indonesia. Apabila kita mempersoalkan kembali perbedaan, itu berarti kita mengalami kemunduran sangat jauh, artinya kembali lagi hidup pada masa sebelum tanggal 18 Agustus," ujarnya, di sela-sela acara menerima kunjungan ketua Parlemen Tiongkok dan delegasi di Bandar Udara Juanda, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu ( 25/7 ).

Dalam komitmen bangsa pasca konstitusi terbentuk, lanjut Zulkifli, seharusnya tidak ada lagi siapapun juga atas nama apapun juga yang melakukan pelarangan pihak manapun menjalankan ibadah. Sebab, menjalankan ibadah adalah hak asasi setiap warga bangsa Indonesia dan dilindungi.


"Kalau ada pihak yang melakukan pelarangan seperti di Tolikara, maka pemerintah harus bertindak tegas, siapapun yang melanggar hukum harus ditindak," tegasnya.

Saat ini, tantangan bangsa Indonesia ke depan bukan lagi mempersoalan tentang idelologi, konstitusi, NKRI, dan keberagaman, tetapi tantangan bangsa ini ke depan adalah terkait dengan penanggulangan kemiskinan, pengangguran, penegakan hukum,mewujudkan pemerintahan yang baik, dan menciptakan sistem sosial budaya yang beradab.

"Toleransi, musyawarah, dan gotong royong harus menjadi nilai utama dalam keseharian kita," tandasnya.[ian]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

MAKI Heran KPK Tak Kunjung Tahan Tersangka Korupsi CSR BI

Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11

Keadilan pada Demokrasi yang Direnggut

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54

Program MBG Tetap Harus Diperketat Meski Kasus Keracunan Menurun

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51

Oegroseno: Polisi Tidak Bisa Nyatakan Ijazah Jokowi Asli atau Palsu

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48

Ketum PBMI Ngadep Menpora Persiapkan SEA Games Malaysia

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

Sekolah Rakyat Simbol Keadilan Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

110 Siswa Lemhannas Siap Digembleng Selama Lima Bulan

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30

PBNU Bantah Terima Aliran Uang Korupsi Kuota Haji

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08

Demokrat Tidak Ambil Pusing Sikap PDIP Tolak Pilkada Via DPRD

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57

Amankan BBE-Uang, Ini 2 Kantor DJP yang Digeledah KPK

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40

Selengkapnya