Berita

oc kaligis/net

Politik

Anak Buah OC Kaligis Lesu Diperiksa KPK 13 Jam

SABTU, 25 JULI 2015 | 03:17 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) butuh waktu berjam-jam saat memeriksa saksi kasus suap hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan, hari ini (Jumat, 24/7).

Dua anak buah tersangka OC Kaligis, yakni Yurinda Tri Achyuni dan Yenny Oktarina Misnan menjadi saksi yang dimintai keterangan oleh penyidik. Keduanya sudah berada di markas KPK sekitar pukul 10.00 WIB pagi tadi. Namun hingga 12 jam kemudian belum satupun dari mereka keluar dari dalam gedung.

Tercatat Yenny baru keluar sekitar pukul 23.20 WIB dengan mengguratkan wajah yang lesu dan mata sembap. Informasi yang dihimpun, Yenny digarap lima orang penyidik selama pemeriksaan 13 jam tersebut. Dia dicecar mengenai peran sang bos OC Kaligis dalam pemberian suap kepada tiga hakim dan sekretaris PTUN Medan.


Yenny meninggalkan gedung KPK didampingi seorang pria yang sebaya dengannya. Dia bungkam saat ditanya awak media mengenai pemeriksaannya. Sambil menundukan muka, wanita yang rambutnya sudah memutih itu terus berjalan menuju sebuah mobil warna hitam yang sudah menunggu di luar gedung KPK.

Sekitar pukul 00.10 WIB giliran Yurinda yang keluar dari gedung KPK. Dia juga disambut belasan rekannya di lobi gedung KPK. Setelah mengobrol selama sekitar lima menit, sekretaris OC Kaligis itu beranjak dari gedung KPK. Seperti Yenny, perempuan muda yang wajahnya cukup ayu itu memilih bungkam saat diwawancarai awak media.

Sebagaimana dikutip JPNN, Yurinda alias Indah tahu banyak tentang suap kepada hakim PTUN Medan. Pasalnya, dia lah yang menyiapkan uang tersebut bersama dengan rekannya, M Yagari Bhastara alias Gerry sebelum diantar ke Medan.

Sebelumnya, KPK juga telah meminta keterangan Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho terkait kasus ini pada hari Rabu (22/7) lalu. Pemeriksaan terhadap politikus PKS itu juga tidak kalah panjang yakni sekitar 12 jam.

Sedangkan kemarin, Kamis (23/7), giliran orang dekat Gatot, Mustafa yang diperiksa secara maraton. Dia dicecar pertanyaan selama 13 jam lebih oleh penyidik KPK. [ian]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

MAKI Heran KPK Tak Kunjung Tahan Tersangka Korupsi CSR BI

Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11

Keadilan pada Demokrasi yang Direnggut

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54

Program MBG Tetap Harus Diperketat Meski Kasus Keracunan Menurun

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51

Oegroseno: Polisi Tidak Bisa Nyatakan Ijazah Jokowi Asli atau Palsu

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48

Ketum PBMI Ngadep Menpora Persiapkan SEA Games Malaysia

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

Sekolah Rakyat Simbol Keadilan Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

110 Siswa Lemhannas Siap Digembleng Selama Lima Bulan

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30

PBNU Bantah Terima Aliran Uang Korupsi Kuota Haji

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08

Demokrat Tidak Ambil Pusing Sikap PDIP Tolak Pilkada Via DPRD

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57

Amankan BBE-Uang, Ini 2 Kantor DJP yang Digeledah KPK

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40

Selengkapnya