Berita

ilustrasi/net

Lima Poin Sikap Cipayung Plus Terkait Tragedi Tolikara

JUMAT, 24 JULI 2015 | 11:37 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Kelompok Cipayung Plus mengutuk keras tragedi Tolikara Papua. Cipayung Plus adalah organisasi mahasiswa nasional yang terdiri dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI), dan Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (HIKMAHBUDHI).

Dalam rilis yang diterima redakasi, Cipayung Plus menilai penyerangan dan pembakaran kios dan musholla oleh oknum tidak bertanggung jawab saat umat muslim menunaikan ibadah sholat Idul fitri, jelas adalah tindakan tidak beralasan, yang tidak dapat dibenarkan oleh siapapun.

"Persatuan nasional sebagai dasar kebangsaan kita dalam menjaga harmonisasi dan toleranai jelas terusik. Kita segenap warga bangsa harus sepakat untuk mengatakan bahwa tindakan demikian adalah tindakan yang tidak Pancasilais dan tidak menghargai serta menghormati perbedaan," debut mereka, Jumat (24/7).


Menyikapi tindakan tersebut Cipayung Plus menyatakan sikap sebagai langkah bersama dalam usaha untuk terus menjaga dan memelihara harmonisasi dan toleransi yang selama ini telah terjaga.

"Solidaritas kebangsaan adalah salah satu mimpi kami sebagaimana termanifestasi dalam kesepakatan kelompok Cipayung yaitu 'menuju Indonesia yang dicita-citakan'," tulis mereka.

Berikut lima poin sikap Cipayung Plus terkait Tragedi Tolikara Papua: Pertama, mengecam pelaku penyerangan dan pembakaran yang terjadi di Tolikara tanggal 17 Juli 2015 lalu dan mendesak aparat keamanan untuk mengusut tuntas kasus ini. Kedua, menghimbau kepada segenap warga bangsa untuk menahan diri dan tidak mudah terprovokasi untuk tidak melakukan aksi dalam bentuk apapun sebagai cara untuk menjaga agar situasi tetap terus terjaga baik dan kondusif.

Ketiga, sebagai anak bangsa, dan pewaris kebangsaan Indonesia, mari kita sama-sama terus merajut hubungan persaudaraan kita menjaga perbedaan dan saling mengargai untuk terus hidup bersama sebagai sebuah bangsa yang bersatu. Keempat, menyerukan kepada para tokoh agama dan masyarakat segera melakukan langkah-langkah konkret dalam mengembalikan situasi kondusif. Kelima, menyerukan kepada segenap kader organisasi kelompok Cipayung Plus di seluruh Indonesia untuk bahu membahu bersama menjaga dan memelihara rasa persatuan dan semangat kebangsaan Indonesia.

"Salam solidaritas kebangsaan, jaga persatuan Indonesia," ujar mereka.

Mereka yang tandatangai pernyataan ini adalah: M Arief Rosyid Hasan (Ketua Umum PB HMI), Lidya Natalia Sartono (Ketua Presidium Pusat PMKRI), Twedy Noviady Ginting (Ketua Presidium GMNI), Ayub Manuel Pongrekun (Ketua Umum GMKI), Aminuddin Ma'ruf (Ketua Umum PB PMII), Beni Pramula (Ketua Umum DPP IMM), Andriyans (Ketua Umum KAMMI), Eka Saputra (Presidium KMHDI), dan Suparjo (Ketua Umum HIKMAHBUDHI). [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Gus Ipul Cek Perkembangan Siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama Manado

Jumat, 12 Juni 2026 | 00:14

Pegawai Imigrasi Jaksel Tingkatkan Kemampuan Jurnalistik dan Kehumasan

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:46

Pengawasan MBG Harus Diperkuat Usai Dadan Dkk Dicokok Kejagung

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:28

Pemerintah Sepakati Kerangka RAPBN 2027, Pertumbuhan Ekonomi Dibidik 6,5 Persen

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:02

Piala AFF U-19: Drama VAR Kubur Impian Garuda Muda ke Final

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:56

Mahasiswa Jabar Turun ke Jalan Suarakan RUU Polri dan BBM

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:24

PLN Berhasil Operasikan Tower Emergency, Sistem Kelistrikan Sumut Kembali Normal

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:14

Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tetap, Pertamax Naik Ikuti Harga Pasar

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

Target Pendapatan Dipatok Naik, DPR Restui Minuman Manis Kena Cukai

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

PLN Pulihkan Sistem Kelistrikan Sumatera Utara 72 Jam Lebih Cepat

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:02

Selengkapnya