Berita

Ulama Sesalkan Penolakan Bantuan Pemulihan Tolikara

JUMAT, 24 JULI 2015 | 03:22 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Sejumlah ulama yang tergabung dalam Komite Umat untuk Tolikara menyayangkan penolakan bantuan untuk pemulihan masyarakat di Tolikara pasca tragedi 1 Syawal, Jumat pekan lalu.

"Kami menyayangkan pihak-pihak yang menolak bantuan lembaga resmi untuk pemulihan masyarakat di Tolikara," ujar Bachtiar Natsir dari Majelis Intelektual Umat Muslim Indonesia (MIUMI) saat membacakan pernyataan sikap Komite Umat di Jakarta, Kamis (23/7).

Untuk itu, Komite Umat meminta organisasi masyarakat secara bersama-sama menyalurkan bantuan untuk pemulihan ekonomi masyarakat Tolikara. Bantuan tersebut dari Baznas yang dikoordinasikan oleh Pos Indonesia.


Dalam pernyataan sikapnya, Komite Umat juga mendorong pihak keamanan untuk menjamin keamanan masyarakat di Tolikara. Komite Umat meminta langkah hukum yang tegas, adil dan transparan terhadap oknum yang terindikasi melakukan gerakan radikalisme, separatis dan terorisme.

"Kami menilai masalah Tolikara adalah masalah dalam negeri, sehingga TNI Polri harus mewaspadai intervensi pihak asing dalam insiden ini. Semua pihak harus mewujudkan toleransi di Tolikara," kata Bachtiar.

"Kami mendukung Menteri Dalam Negeri mencabut Perda tentang pembatasan pembangunan rumah ibadah di Tolikara," tutup Bachtiar yang antara lain didampingi Ketua Umum Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Didin Hafidhudin, Ustad Syafi'i Antonio, Arifin Ilham, Yusuf Mansyur, dan Abdul Wahid Alwi.[dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Polisi Tangkap Pembacok Pegawai Toko Roti di Cengkareng

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:55

Bank Mandiri Gelar Mandiri Lelang Festival 2026, Penawaran 50% di Bawah Pasaran

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:51

KPK Jangan Omdo, Dugaan Korupsi Sinyal Kereta Harus Dibongkar Tuntas

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:40

DPR Sebut Skandal Seksual di Ponpes Pati sebagai Pelanggaran HAM Berat

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:16

Unhas Siap jadi Pusat Unggulan MBG di Indonesia Timur

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50

Kapolri Siap Eksekusi 3.000 Halaman Rekomendasi Reformasi Polri

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:44

Kompetisi Perguruan Tinggi Tanpa Fondasi Keadilan

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:25

Pelanggaran Tambang Tidak Cukup Diselesaikan dengan Uang

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:00

KPK Kembangkan Penyidikan Baru Kasus OTT Anak Buah Bobby Nasution

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Terima 10 Buku Rekomendasi Reformasi Polri di Istana

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:47

Selengkapnya