Berita

foto:net

Politik

Bukan Tidak Mungkin Mahasiswa Kembali Duduki Gedung DPR

KAMIS, 23 JULI 2015 | 13:26 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Kondisi Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi kian memburuk. Pasalnya, hal tersebut dinilai masyarakat disebabkan oleh kebijakan dan kepemimpinan buruk Jokowi yang terus-menerus merugikan rakyat dan negara. Seperti tragedi Tolikara Papua dan yang terbaru diizinkannya warga asing memiliki property di Indonesia tanpa syarat. Belum lagi daya beli masyarakat makin anjlok dan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Demikian diungkapkan Direktur Eksekutif Bimata Politica Indonesia (BPI) Panji Nugraha lewat surat elektronoknya kepada redaksi, Kamis (23/7).

Panji mengatakan, rakyat saat ini dalam kondisi kebingungan dimana setiap kebijakan pemerintah selalu menekan rakyat. Disamping itu DPR yang menjadi harapan untuk membela kepentingan rakyat mandul, seperti partai-partai oposisi yang khawatir jika mengkritik keras akan ditinggalkan pemilih di Pilkada serentak pada Desember mendatang.


"Di masa posisi Indonesia dalam kondisi kritis di segala aspek berbangsa dan bernegara seperti saat ini, dan harapan kepada DPR untuk beraksi pun telah pupus, maka rakyat yang dibiarkan terombang ambiing akan mencari jalannya sendiri untuk merubah nasib bangsa dengan melakukan berbagai aksi turun ke jalan," tutur Panji.

Panji lanjut menjelaskan, secara empiris telah dibuktikan sebelumnya, jika negara dinilai mengalami masa kritis banyak dari kalangan aktivis dan mahasiswa melakukan berbagi demonstrasi sebagai tanda jika Indonesia darurat.

"Bukan tidak mungkin juga jika rakyat terus dibiarkan seperti saat ini tanpa ada solusi konkrit dari pemerintah, rakyat berpikir untuk menduduki kembali gedung MPR/DPR seperti tahun 1998," tutup Panji. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Gus Ipul Cek Perkembangan Siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama Manado

Jumat, 12 Juni 2026 | 00:14

Pegawai Imigrasi Jaksel Tingkatkan Kemampuan Jurnalistik dan Kehumasan

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:46

Pengawasan MBG Harus Diperkuat Usai Dadan Dkk Dicokok Kejagung

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:28

Pemerintah Sepakati Kerangka RAPBN 2027, Pertumbuhan Ekonomi Dibidik 6,5 Persen

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:02

Piala AFF U-19: Drama VAR Kubur Impian Garuda Muda ke Final

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:56

Mahasiswa Jabar Turun ke Jalan Suarakan RUU Polri dan BBM

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:24

PLN Berhasil Operasikan Tower Emergency, Sistem Kelistrikan Sumut Kembali Normal

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:14

Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tetap, Pertamax Naik Ikuti Harga Pasar

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

Target Pendapatan Dipatok Naik, DPR Restui Minuman Manis Kena Cukai

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

PLN Pulihkan Sistem Kelistrikan Sumatera Utara 72 Jam Lebih Cepat

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:02

Selengkapnya