Berita

Net

Menteri Jonan, Kemacetan Masih Jadi Momok Menakutkan!

KAMIS, 23 JULI 2015 | 00:15 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kemacetan tetap menjadi momok manakutkan bagi masyarakat yang mudik Lebaran 2015. Kemacetan pada musim mudik tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Bahkan anehnya, kemacetan parah mudik lebaran tahun ini terjadi di hampir semua pintu masuk dan keluar jalan tol.

"Jalan tol seharusnya menjadi alternatif untuk mengatasi kemacetan lalu lintas pada musim mudik Lebaran 2015. Tapi di semua pintu masuk dan keluar jalan Tol terjadi kemacetan yang hebat," ujar Ketua Presidium Indonesia Traffic Watch (ITW), Edison Siahaan, Rabu (22/7).

Penegasan Edison ini seolah membantah klaim Menteri Perhubungan Ignasius Jonan yang menyebut mudik tahun ini lebih tertata dan rapih.


Dijelaskan Edison, pada musim mudik sebelumnya kemacetan terjadi di ruas jalan Pantura, tapi kini berpindah ke ruas jalan tol termasuk tol Cipali yang baru dioperasikan.

Catatan ITW, pada H-2 menjelang hari raya Idul Fitri 1436 Hijriah kemacetan terjadi di Tol Cipali. Kendaraan sudah mengular hingga 8 kilometer saat menjelang pintu keluar Tol Palimanan.

Kejadian serupa juga terjadi menjelang pintu masuk Tol Cikopo. Kendaraan pemudik yang hendak masuk ke jalan tol sepanjang 116,75 Km itu harus lebih dulu merayap hingga 5 Km.

"Mau masuk ke Tol Cipali harus antre hingga lima kilometer. Anehnya tidak ada upaya pengelola untuk mencairkan kemacetan saat menjelang pintu masuk dan keluar," ujar Edison.

Kemacetan hebat juga terjadi menjelang pintu masuk tol Pejagan-Kanci yang berada di daerah Brebes, Jawa Tengah. Tidak hanya menjelang pintu masuk, kemacetan juga terjadi dari arah sebaliknya. "Begitu juga pintu masuk dan keluar jalan tol menuju Bandung, Jawa Barat," tukas Edison.[dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya