Berita

Mendes Imbau Masyarakat Tak Lakukan Urbanisasi Pasca Lebaran

RABU, 22 JULI 2015 | 23:40 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Momentum mudik lebaran biasanya akan diiringi dengan membludaknya arus urbanisasi usai lebaran. Banyak para pemudik yang membawa kerabatnya untuk mencari pekerjaan di kota.

Menanggapi fenomena yang biasa terjadi setiap tahun tersebut, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Jafar mengimbau kepada masyarakat desa untuk tidak ikut berbondong-bondong ke kota.

"Dengan adanya perhatian serius yang dilakukan pemerintah terhadap desa, saya mengimbau kepada masyarakat untuk lebih memaksimalkan potensi desa dan mengembangkan ekonomi perdesaan," ujar Menteri Marwan kepada wartawan di Jakarta, Rabu (22/7).


Menurut Menteri Marwan, perputaran ekonomi perdesaan tidak akan kalah dengan ekonomi perkotaan. Apalagi, desa saat ini diberi kewenangan untuk mengembangkan potensi ekonomi dan mendapatkan dana desa dari pemerintah.

"Tinggal bagaimana masyarakat memanfaatkan peluang yang ada di Desa. Entah dengan membuat ekonomi kreatif, BUMDes, ataupun mengembangkan desa wisata," ujarnya.

Jika potensi ekonomi perdesaan sudah tertata, Menteri Marwan yakin peredaran uang dan investasi tidak akan menumpuk di kota-kota besar akan tetapi juga akan tersebar ke daerah-daerah dan desa-desa.

"Dengan adanya investasi yang merata, maka akan tercipta beberapa lapangan kerja yang merata hingga ke daerah. Sehingga arus perputaran uang tidak hanya terpusat di satu titik saja," imbuhnya.

Menurut Marwan, pilihan masyarakat untuk berbondong-bondong pergi ke kota karena adanya keterbatasan dalam mencari mata pencaharian di desa. Oleh karena itu, Menteri yang berasal dari PKB tersebut menyarankan agar dana desa benar-benar dimaksimalkan untuk penguatan ekonomi perdesaan.

"Salah satunya dengan BUMDes, yang nantinya diharapkan bisa mengangkat produktifitas masyarakat desa dan membuka lapangan kerja baru," katanya.

Menteri Marwan mencontohkan beberapa daerah yang berhasil meningkatkan produktifitas masyarakat perdesaan melalui BUMDes. "Contohnya di salah satu di Bogor yang berhasil memanfaatkan BUMDes untuk meningkatkan produktifitas ekonomi perdesaan dengan  memproduksi ikan lele, gurame, dan beberapa kebutuhan pokok lainnya," ujarnya lagi.

BUMDes sebagai salah satu wadah penguatan ekonomi perdesaan, imbuh Menteri Marwan diharapkan tidak hanya bertumpu pada modal material akan tetapi juga modal sosial.

"Sehingga Gerakan Civil Society yang berbau ekonomi kedepan bisa menekan arus urbanisasi," tutup Menteri Marwan.[dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya