Berita

Mahfud md/net

Pertahanan

Mahfud MD: Tragedi Tolikara Hadapkan Kita Pada Dilema

RABU, 22 JULI 2015 | 02:53 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD, menilai peristiwa Tolikara menghadapkan kita pada dilema.

"Kasusnya sendiri jelas tapi secara politik sulit diselesaikan secara apa adanya karena bisa makin rumit," ujar Mahfud MD dalam akun twitternya, @mohmahfudmd, Selasa (21/7).

Menurut Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta ini, karena rumitnya penyelesaian kasus Tolikara secara apa adanya maka banyak pejabat yang kemudian membuat statement berbeda-beda padahal berangkat dari fakta yang sama.


"Kalau mau diselesaikan secara apa adanya dengan hukum memang gampang diucapkan. Tapi masalahnya tak semudah itu: dilematis," cuit Mahfud yang pernah menjabat Menteri Pertahanan.

Mahfud lantas menyebut terkait surat edaran Badan Pekerja Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) sebagai contoh.

Surat itu disebut-sebut berisi larangan bagi umat Islam untuk merayakan Idul Fitri di Karubaga, Kabupaten Tolikara, Provinsi Papua.

Pejabat yang satu bilang ada, yang lain bilang tak ada, sementara yang lain bilang baru sebatas ide.

"Tak mudah menemukan formula dalam memenuhi tiga hal; tegakkan hukum, rawat NKRI, adaptasi dengan politik global. Kita harus memahami ini sebagai problem," kata Mahfud.

"Ini bukan sekadar soal perut masing-masing, tapi soal menjaga eksistensi NKRI. Intinya, bagaimana hukum tegak tapi NKRI terjaga," tukasnya.[dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya