Berita

Menteri Marwan: Dana Desa Atasi Urbanisasi

SELASA, 21 JULI 2015 | 21:01 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Arus urbanisasi dari desa ke kota setiap habis musim lebaran akan terus terjadi selama desa belum mampu menyediakan peluang kerja atau kesempatan usaha bagi warga desa dengan penghasilan yang layak untuk hidup sejahtera.

Begitu disampaikan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendesa PDTT) Marwan Jafar di Jakarta, Selasa (21/7).

Satu-satunya cara untuk menekan urbanisasi, kata diaa, adalah dengan mempercepat pembangunan desa untuk mengembangkan dan memajukan perekonomian desa, menciptakan sebanyak-banyaknya lapangan kerja bagi warga desa dengan penghasilan yang layak, juga menciptakan berbagai peluang usaha atau bisnis di desa yang nantinya bisa menarik warga desa lainnya untuk ikut bekerja.


Karena itulah Menteri Marwan mendorong dana desa segera dimanfaatkan untuk menggerakkan ekonomi desa dan menekan urbanisasi.

"Dengan adanya dana desa yang sudah mulai diterima desa sekarang ini, seharusnya bisa dimanfaatkan untuk menggerakkan ekonomi desa, memfasilitasi tumbuhkembangnya usaha desa, mengolah dan memanfaatkan potensi yang ada di desa menjadi suatu kegiatan produktif yang bisa menarik banyak warga desa untuk bekerja atau berusaha, sehingga tidak perlu lagi ke kota untuk mencari kesejahteraan," ujarnya.

Ia mengakui, dana desa yang diterima desa saat ini memang belum memadai, namun bisa menjadi modal awal dalam mengolah dan mengembangkan sumberdaya yang ada di desa menjadi usaha desa yang menguntungkan, atau menjadi modal tambahan untuk meningkatkan usaha desa yang telah berjalan, atau pinjaman modal bagi warga desa yang memiliki usaha kreatif untuk membesarkan usahanya.

"Kuncinya adalah aparatur desa sebagai pengelola dana desa, bagaimana dana desa dimanfaatkan secara tepatguna untuk kemajuan ekonomi desa dan usaha warga desa, ajak warga desa untuk bersama-sama menentukan peruntukan dana desa melalui musyawarah desa, ajak para pemudik untuk ikutserta memajukan desa sesuai dengan kemampuannya masing-masing," terang Menteri Marwan.

Ia menambahkan, banyak pemudik sukses yang bisa diajak kerjasama dalam membangun desa kelahirannya. Yang penting, tambahnya, aparatur desa bersikap proaktif bersilaturahim dengan para pemudik, mengajak tukar pikiran, memaparkan potensi usaha yang ada di desa, pola kerjasama yang saling menguntungkan, dan sebagainya.

"Saya yakin teman-teman pemudik yang punya kemampuan, kalau diajak tukar pikiran untuk membangun desa kelahirannya pasti bersedia, kalau diajak kerjasama untuk memajukan ekonomi desa juga pasti tidak keberatan asal sifatnya saling menguntungkan, apalagi kalau desa memiliki sumberdaya yang bisa dikembangkan menjadi bisnis yang prospektif dan profitable," imbuh Menteri Marwan.

Dijelaskannya, desa-desa yang memiliki keahlian atau kreatifitas tertentu seperti ukir, batik, tenun, bordir, bisa dikembangkan menjadi produk kreatif desa yang unik dan bernilai jual tinggi. Desa-desa yang memiliki kekayaan alam yang indah, sangat potensial dikembangkan menjadi desa wisata. 

Demikian pula desa-desa yang memiliki sumberdaya alam seperti sumber mata air besar, bisa mengembangkannya menjadi bisnis air minum yang memberikan keuntungan komersial bagi desa, bisa memberikan pelayanan air bersih bagi warga desa, juga bisa membuka lapangan kerja dan peluang usaha terkait yang bisa diisi oleh warga desa.

"Saya optimis jika desa cepat bergerak ekonominya, seluruh potensi desa bisa dikelola dan dikembangkan menjadi usaha produktif, warga desa bisa bekerja atau mengembangkan usahanya dengan penghasilan yang layak untuk hidup sejahtera, maka masalah urbanisasi dengan sendirinya akan teratasi, demikian pula masalah pengangguran dan kemiskinan di desa akan menurun secara signifikan," tandas Menteri Marwan.[dem]

Populer

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Miliki Segudang Prestasi, Banu Laksmana Kini Jabat Kajari Cimahi

Jumat, 26 Desember 2025 | 05:22

Dugaan Korupsi Tambang Nikel di Sultra Mulai Tercium Kejagung

Minggu, 28 Desember 2025 | 00:54

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

UPDATE

Lima Penyidik Dipromosikan Jadi Kapolres, Ini Kata KPK

Senin, 05 Januari 2026 | 12:14

RI Hadapi Tantangan Ekonomi, Energi, dan Ekologis

Senin, 05 Januari 2026 | 12:07

Pendiri Synergy Policies: AS Langgar Kedaulatan Venezuela Tanpa Dasar Hukum

Senin, 05 Januari 2026 | 12:04

Pandji Pragiwaksono Pecah

Senin, 05 Januari 2026 | 12:00

Tokoh Publik Ikut Hadiri Sidang Nadiem Makarim

Senin, 05 Januari 2026 | 11:58

Tak Berani Sebut AS, Dino Patti Djalal Kritik Sikap Kemlu dan Sugiono soal Venezuela

Senin, 05 Januari 2026 | 11:56

Asosiasi Ojol Tuntut Penerbitan Perpres Skema Tarif 90 Persen untuk Pengemudi

Senin, 05 Januari 2026 | 11:48

Hakim Soroti Peralihan KUHAP Baru di Sidang Nadiem Makarim

Senin, 05 Januari 2026 | 11:44

Akhir Petrodolar

Senin, 05 Januari 2026 | 11:32

Kuba Siap Berjuang untuk Venezuela, Menolak Tunduk Pada AS

Senin, 05 Januari 2026 | 11:28

Selengkapnya