Berita

neta s pane/net

Polisi Harus Segera Ungkap Pembunuhan TNI di Gowa, Jangan Sampai Pelaku Semakin Besar Kepala

SELASA, 21 JULI 2015 | 06:43 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Kapolri Jenderal Badrodin Haiti perlu mengingatkan Kapolda dan Wakapolda Sulsel agar segera mengungkap dan mengusut tuntas pelaku pengeroyokan terhadap dua anggota TNI di Gowa. Sebab jajaran TNI sudah mempercayakan pengusutan kasus ini kepada pihak kepolisian, tapi sudah sembilan hari berlalu, belum ada tanda-tanda kasus itu akan terungkap.

Demikian disampaikan Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane dalam keterangannya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (21/7).

Dari pendataan IPW, kata Neta, kasus pengeroyokan itu terjadi pada 12 Juli 2015. Saat itu, Pratu Fatku Rahman dan Pratu Aspin Mallobasang anggota Kostrad yang sedang cuti Lebaran dikeroyok 20 orang dan ditusuk di Lapangan Syekh Yusuf, Gowa, Sulsel. Nyawa Pratu Aspin tak tertolong. Dia tewas akibat tusukan di dada. Sedangkan Pratu Fatku luka tusuk di punggung dan perut.


"IPW berharap pihak kepolisian segera mengungkapkan kasus ini agar tidak timbul keresahan di masyarakat," ujar dia.

Menurut Neta, jika Polda Sulsel tidak mampu mengungkap kasus ini, Kapolri perlu menurunkan tim khusus dari Mabes Polri untuk membantu agar kasusnya cepat terungkap. Untuk itu Kapolri perlu menegur dan mengevaluasi kinerja Kapolda dan Wakapolda Sulsel. Bagaimana pun profesionalisme kepolisian dipertaruhkan dalam menuntaskan kasus pengeroyokan ini.

"Jika Polda Sulsel profesional dan bisa secara cepat menuntaskannya, kepercayaan masyarakat akan terbangun dan keresahan tidak akan terjadi. Sebaliknya, jika kasus ini tidak terungkap tentu akan muncul keresahan di masyarakat. Sementara para pelaku akan semakin "besar kepala" karena mengeroyok dan membunuh aparat tidak mendapat sanksi hukum," papar Neta.

Ia menambahkan, peristiwa tahun 2002 di Jakarta perlu menjadi pelajaran bagi jajaran kepolisian. Saat itu Polri dinilai tidak serius dan lamban dalam mengungkap kasus geng motor yang menewaskan anggota TNI AL, Kelasi Satu Arifin Sirih di Kemayoran, Jakarta Pusat. Akibatnya, muncul aksi solidaritas dari rekan-rekan korban untuk mencari sendiri pelaku. Dampaknya, oknum-oknum itu juga merusak sejumlah kantor polisi. Aksi ini dikenal dengan sebutan aksi Geng Motor Pita Kuning.

"Untuk menghindari hal serupa, Kapolri perlu mengingatkan Kapolda dan Wakapolda Sulsel.  Sekecil apapun peluang keresahan dan konflik harus dihindari. Caranya, segera mengungkap kasus pengeroyokan yang menewaskan anggota TNI itu agar pelakunya bisa segera diadili," demikian Neta. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Gus Ipul Cek Perkembangan Siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama Manado

Jumat, 12 Juni 2026 | 00:14

Pegawai Imigrasi Jaksel Tingkatkan Kemampuan Jurnalistik dan Kehumasan

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:46

Pengawasan MBG Harus Diperkuat Usai Dadan Dkk Dicokok Kejagung

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:28

Pemerintah Sepakati Kerangka RAPBN 2027, Pertumbuhan Ekonomi Dibidik 6,5 Persen

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:02

Piala AFF U-19: Drama VAR Kubur Impian Garuda Muda ke Final

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:56

Mahasiswa Jabar Turun ke Jalan Suarakan RUU Polri dan BBM

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:24

PLN Berhasil Operasikan Tower Emergency, Sistem Kelistrikan Sumut Kembali Normal

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:14

Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tetap, Pertamax Naik Ikuti Harga Pasar

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

Target Pendapatan Dipatok Naik, DPR Restui Minuman Manis Kena Cukai

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

PLN Pulihkan Sistem Kelistrikan Sumatera Utara 72 Jam Lebih Cepat

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:02

Selengkapnya