Berita

Jusuf kalla/net

TRAGEDI TOLIKARA

JK, Jangan Perkeruh Suasana!

SELASA, 21 JULI 2015 | 05:38 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dan Kepala Staf Kepresidenan Luhut Binsar Panjaittan diminta untuk tidak memperkeruh suasana.

Permintaan tersebut disampaikan Sekjen Himpunan Masyarakat untuk Kemanusiaan dan Keadilan (Humanika), Sya'roni, saat berbincang dengan Redaksi, Senin malam (20/7).

Pernyataan JK dan Luhut, sebut Sya'roni, dapat memantik amarah umat Islam pasca insiden pengusiran kaum muslimin yang hendak melaksanakan shalat Idul Fitri diiringi pembakaran masjid di Tolikara, Papua.


"JK dan Luhut jangan memperkeruh suasana, kalau memang tidak memahami persoalan lebih baik diam saja," katanya.

JK sebelumnya menyatakan insiden penyerangan tersebut dipicu oleh pengeras suara yang digunakan ketika shalat Ied. Adapun Luhut menyatakan bukan masjid yang dibakar, melainkan hanya kios-kios.

Menurut Sya'roni, lewat pernyataan tersebut JK dan Luhut menyepelekan persoalan.

"Sebaiknya keduanya menunggu laporan utuh dari pihak-pihak terkait. Kalau perlu bentuk tim khusus untuk menyelidiki kasus tersebut," tukas Sya'roni.[dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Polisi Tangkap Pembacok Pegawai Toko Roti di Cengkareng

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:55

Bank Mandiri Gelar Mandiri Lelang Festival 2026, Penawaran 50% di Bawah Pasaran

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:51

KPK Jangan Omdo, Dugaan Korupsi Sinyal Kereta Harus Dibongkar Tuntas

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:40

DPR Sebut Skandal Seksual di Ponpes Pati sebagai Pelanggaran HAM Berat

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:16

Unhas Siap jadi Pusat Unggulan MBG di Indonesia Timur

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50

Kapolri Siap Eksekusi 3.000 Halaman Rekomendasi Reformasi Polri

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:44

Kompetisi Perguruan Tinggi Tanpa Fondasi Keadilan

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:25

Pelanggaran Tambang Tidak Cukup Diselesaikan dengan Uang

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:00

KPK Kembangkan Penyidikan Baru Kasus OTT Anak Buah Bobby Nasution

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Terima 10 Buku Rekomendasi Reformasi Polri di Istana

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:47

Selengkapnya