Berita

ilustrasi/net

Arus Balik, 600 Ribu Pendatang Illegal Diprediksi Serbu Jakarta

SENIN, 20 JULI 2015 | 14:56 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Jakarta Transportation Watch (JTW) memprediksi bahwa jumlah pendatang illegal ke Jakarta akan mengalami kenaikan dengan membonceng arus balik Lebaran, yang mayoritas diperkirakan datang dari Pulau Jawa dan Pulau Sumatera. Prediksi pendatang illegal tersebut adalah data jumlah pemudik yang meninggalkan Jakarta pada musim mudik tahun 2015 ini menurut Dishubtrans DKI jakarta mencapai jumlah 6.532.403 orang.

JTW memprediksi biasanya para pemudik akan membawa para sanak saudaranya ketika arus balik ke Ibukota sekitar 10 persen, maka lebih kurang 600 ribu para pendatang illegal akan menyerbu Jakarta. Sebagian besar datang dari berbagai tempat di Pulau Jawa dan Pulau Sumatera.

Kedatangan para pendatang illegal tersebut ditengerai akan menimbulkan berbagai masalah sosial, dan memberikan kontribusi yang besar bagi penambahan kemacetan di Jakarta. Kebanyakan para pendatang illegal tersebut akan berprofesi sebagai pekerja informal seperti pengemudi bajaj, tukang parkir, awak angkutan dan bus kota di Jakarta, yang biasanya berprofesi sebagai supir tembak, kernet dan pedagang asongan.


"Para pendatang ilegal tersebut akan menimbulkan penyakit sosial seperti pengemis, gelandangan, prostitusi terselubung dan akan meningkatkan angka kriminalitas di Jakarta," kata Ketua JTW Andy W Sinaga dalam keterangannya, Senin (20/7).

JTW memprediksi bahwa penyebab para kaum urban tersebut masuk ke Jakarta adalah Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Sehat (KJS). Tahun ini saja Pemprov DKI menggelontorkan dana sekitar Rp. 2,3 triliun untuk program KJP. Sedangkan untuk KJS, Pemprov DKI  menggelontorkan dan lebih kurang Rp. 1,3 triliun.

"Selain itu Jakarta juga surga untuk mencari pekerjaan, karena biasanya pabrik-pabrik di sekitar Cakung, Pulo Gadung dan Kalideres membuka lowongan setelah lebaran Idul Fitri usai," papar Andy.

Untuk itu, lanjut dia, JTW mengusulkan agar Pemprov DKI segera mengantisipasi para pendatang illegal tersebut, dengan menyebar petugas di setiap terminal kedatangan bis maupun stasiun kereta api, seperti Stasiun Senen dan Stasiun Kota untuk mendata para pendatang illegal tersebut. Selain itu Pemprov DKI bisa saja merekrut para pendatang ilegal tersebut untuk bekerja di dinas kebersihan dan pertamanan, atau bekerja untuk mendukung proyek infrastruktur jalan dan MRT di Jakarta. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Gus Ipul Cek Perkembangan Siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama Manado

Jumat, 12 Juni 2026 | 00:14

Pegawai Imigrasi Jaksel Tingkatkan Kemampuan Jurnalistik dan Kehumasan

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:46

Pengawasan MBG Harus Diperkuat Usai Dadan Dkk Dicokok Kejagung

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:28

Pemerintah Sepakati Kerangka RAPBN 2027, Pertumbuhan Ekonomi Dibidik 6,5 Persen

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:02

Piala AFF U-19: Drama VAR Kubur Impian Garuda Muda ke Final

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:56

Mahasiswa Jabar Turun ke Jalan Suarakan RUU Polri dan BBM

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:24

PLN Berhasil Operasikan Tower Emergency, Sistem Kelistrikan Sumut Kembali Normal

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:14

Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tetap, Pertamax Naik Ikuti Harga Pasar

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

Target Pendapatan Dipatok Naik, DPR Restui Minuman Manis Kena Cukai

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

PLN Pulihkan Sistem Kelistrikan Sumatera Utara 72 Jam Lebih Cepat

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:02

Selengkapnya