Berita

Hasyim muzadi/net

Kiai Hasyim: Habib Riziq Saja Pernah Dihukum, Saatnya Negara Bertindak Adil

MINGGU, 19 JULI 2015 | 18:44 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Sekretaris Jenderal International Conference of Islamic Scholar (ICIS), KH Hasyim Muzadi menyatakan bahwa kasus pembakaran masjid di Tolikara, Papua, pada saat perayaan hari raya Idul. Fitri 1436 Hijriah harus ditangani secara tegas dan cermat.

"Pertama kali, kaum Nasrani di lingkungan kejadian dan organisasi yang bertanggungjawab dimana oknum-oknum penyerang berada, harus meminta maaf kepada kaum muslimin Indonesia secara terbuka," kata Kiai Hasyim, demikian ia disapa, dalam keterangannya kepada redaksi, Minggu (19/7).

Selanjutnya, sebut Kiai Hasyim, pemerintah harus menindak tegas para pelaku penyerangan. Dikatakan dia, negara harus bertindak adil bukan karena agamanya namun karena tindakan pelanggaran hukum yang dilakukan pelaku.

"Orang-orang muslim yang melakukan tindakan melanggar hukum di Indonesia telah menerima hukumannya, baik yang teroris, pelaku kekacauan, atau pelaku terkait kasus Ahmadiyah misalnya. Bahkan Habib Riziq sendiri pernah mendapatkan hukuman ketika tindakannya melanggar hukum. Saatnya sekarang ini negara bertindak adil," papar Kiai Hasyim.

"Orang-orang muslim yang melakukan tindakan melanggar hukum di Indonesia telah menerima hukumannya, baik yang teroris, pelaku kekacauan, atau pelaku terkait kasus Ahmadiyah misalnya. Bahkan Habib Riziq sendiri pernah mendapatkan hukuman ketika tindakannya melanggar hukum. Saatnya sekarang ini negara bertindak adil," papar Kiai Hasyim.

Selain itu, kata mantan Ketua PBNU ini, kerukunan lintas umat beragama harus digalakkan kembali. Tapi, diingatkan dia, kerukunan yang harus dibangun dalam jalur moderasi, bukan liberalisasi.

Peristiwa di Tolikara, menurut Kiai Hasyim, menjadi bukti agama masih terus digunakan untuk kepentingan lain dengan tujuan merusak Indonesia secara luas melalui konflik agama.


"Saatnya pula sekarang masyarakat Barat atau Eropa berkesempatan untuk menata kembali visi pandangannya terhadap agama-agama di Indonesia, termasuk Islam, karena selama ini mereka melihat sentral kekacauan hanya bersumber dari Islam. Kita ingin melihat dari mereka sekarang bagaimana korelasi antara freedom of speech, freedom of religion dan fredom of expression dalam peristiwa di Tolikara ini," paparnya.

Sebelum insiden di Tolikara, pada hari pertama bulan Ramadhan, tepatnya 18 Juni pukul 09.00 waktu Den Haag, pemimpin Partai Kebebasan Belanda, Geert Wilders mengumunkan kartun Nabi Muhammad di Den Haag. Sekalipun demikian, Kiai Hasyim mengimbau kaum muslimin Indonesia tidak boleh emosi, karena emosi itulah yang ditunggu-tunggu pihak islamophobia agar langkah kaum muslimin tak terkendali. Sebaliknya, kaum muslimin Indonesia harus menata kembali kualitas perjuangan untuk agama, bangsa dan dunia.

"Bersamaan dengan itu kita mengimbau agar teman-teman sebangsa dan se tanah air tidak melaporkan hal-hal negatif didalam negeri kepada asing dengan sedikit "imbalan" padahal mengakibatkan kerugian martabat bangsa. Lebih baik duduk bersama menyelesaikan segala masalah didalam negeri sendiri . Lebih terhormat dan lebih nasionalis," tukasnya.[dem]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Dugaan Korupsi Tambang Nikel di Sultra Mulai Tercium Kejagung

Minggu, 28 Desember 2025 | 00:54

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

KPK Panggil Beni Saputra Markus di Kejari Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 13:09

UPDATE

Kemenhut Sebut Kejagung Hanya Mencocokkan Data, Bukan Penggeledahan

Kamis, 08 Januari 2026 | 00:04

Strategi Maritim Mutlak Diperlukan Hadapi Ketidakpastian di 2026

Rabu, 07 Januari 2026 | 23:49

Komplotan Curanmor Nekat Tembak Warga Usai Dipergoki

Rabu, 07 Januari 2026 | 23:30

Pemuda Katolik Ajak Umat Bangun Kebaikan untuk Dunia dan Indonesia

Rabu, 07 Januari 2026 | 23:01

PDIP Tolak Pilkada Lewat DPRD karena Tak Mau Tinggalkan Rakyat

Rabu, 07 Januari 2026 | 22:39

Penjelasan Wakil Ketua DPRD MQ Iswara Soal Tunda Bayar Infrastruktur Pemprov Jabar

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:56

Kejagung Geledah Kantor Kemenhut terkait Kasus yang Di-SP3 KPK

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:39

84 Persen Gen Z Tolak Pilkada Lewat DPRD

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:33

Draf Perpres TNI Atasi Terorisme Perlu Dikaji Ulang

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:09

Harta Anggota KPU DKI Astri Megatari Tembus Rp7,9 Miliar

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:07

Selengkapnya