Berita

Toleransi Butuh Ketulusan Komunikasi

SABTU, 18 JULI 2015 | 22:12 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Dewan Muda Lintas Agama (DMLA) meminta agar aparat berwenang bertindak berdasarkan hukum yang berlaku secara adil, cepat dan tepat terkait pembakaran Masjid Baitul Muttaqin Tolikara, Papua.

"Agar konflik tidak meluas, maka perlu penyelesaian dengan pendekatan hukum, disamping sosial," kata Ketua Umum DMLA, Idy Muzayyad, kepada wartawan Sabtu, (18/7).

Ia meyakini bahwa konflik tersebut bukanlah wujud kebencian antar umat beragama ataupun bentuk arogansi kelompok mayoritas terhadap minoritas masyarakat di Papua, namun lebih karena kesalahpahaman belaka.


"Karena toleransi itu dalam prakteknya harus disertai dengan komitmen untuk saling, yakni saling menghargai dan menghormati, kalau tidak saling itu berarti tidak imbang dan toleransi tidak akan efektif. Dan toleransi itu bermula dari ketulusan komunikasi," ungkap Idy.

Menurutnya, tanpa ada ketulusan ini maka akan muncul saling curiga dan kemudian saling menyalahkan ditambah perasaan lebih satu kelompok atas kelompok yang lain.

Sekjen DMLA, Natalis Situmorang menambahkan umat beragama di Indonesia perlu melakukan refleksi mendalam atas konsep dan praktek kerukunan antar umat beragama dengan belajar dari peristiwa Tolikrama ini.

"Bagaimanapun ini menjadi noda hitam kehidupan keberagaman kita. Dan kita harus mencegah jangan sampai hal serupa terjadi di tempat lain, oleh kelompok yang lain terhadap kelompok yang lain pula," imbau Natalis yang pernah menjadi Ketua Umum Pemuda Katolik dua periode.

Di luar itu, ia meyakini umat beragama di Indonesia secara umum sebenarnya telah memiliki kedewasaan dalam mempraktikkan toleransi, namun ada sebagian kelompok yang kadang kala memang secara genit bermaksud memunculkan letupan.

"Tapi hal itu tidak akan merusak mainstream masyarakat yang toleran," pungkas Natalis. [dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya