Berita

foto:net

Apakah Harus Menunggu Seluruh Pasar Tradisional Terbakar Baru Pemerintah dan DPR Bertindak?

KAMIS, 16 JULI 2015 | 11:26 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Pedagang pasar tradisional kembali berduka. Tadi malam (Rabu, 15/7) Pasar Lubuk Buaya Kota Padang Sumbar terbakar menjelang hari raya Idul Fitri. Pasar Kaliangkrik Magelang, Pasar Binaan UMKM Ciracas Jakarta Timur, Cik Puan Pekanbaru, Truko Grobogan, Gondangrejo Karanganyar dan Lubuk Buaya Padang menambah daftar panjang kebakaran pasar tradisional selama bulan ramadhan tahun ini.

"Sungguh tidak dapat kami bayangkan bagaimana perihnya mereka para korban kebakaran. Bulan ramadhan yang mestinya menjadi bulan "panen" bagi mereka justru menimbulkan duka yang mendalam," ujar Ketua Umum DPP Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Abdullah Mansuri, Kamis (16/7), lewat rilisnya.

Data sementara IKAPPI menyebutkan ada 92 toko, 56 los dan lebih dari 50 PKL yang menjadi korban kebakaran pasar Lubuk Buaya Kota Padang.


"Kami masih menaksir jumlah kerugian para pedagang tersebut. Dan kami pastikan jumlahnya tidak sedikit. Karena musibah ini terjadi menjelang ramadhan, stok barang dagangan masih penuh," kata Abdullah Mansuri.

Kepada semua pihak, IKAPPI menyampaikan bahwa kebakaran pasar tradisional telah masuk pada tahap yang mengkhawatirkan. Bila ini dibiarkan justru akan menimbulkan ekses yang buruk secara ekonomi maupun sosial.

"Kami menilai situasi ini sudah masuk pada tahap darurat kebakaran pasar. Apakah harus menunggu seluruh pasar tradisional kita habis terbakar baru pemerintah dan DPR melihat ini sebagai situasi yang darurat?" ungkap Abdullah Mansuri.

Tambah dia, sudah ratusan pasar yang terbakar selama 2015 ini. Untuk itu IKAPPI mendorong untuk sesegera mungkin harus diambil langkah nyata yang cepat dan tepat dari pemerintah dan DPR untuk menyelamatkan pasar tradisional yang selama ini menjadi penopang ekonomi bangsa.

"Kami juga meyayangkan tidak adanya sistem proteksi kebakaran di banyak pasar tradisional. Minimnya APAR dan Hydrant menyebabkan kobaran api sulit untuk di padamkan. Harusnya dengan tersedianya sistem proteksi aktif/pasif terhadap kebakaran dapat meminimalisir korban dan kerugian. IKAPPI melihat lemahnya peran pemerintah daerah melalui pengelola pasar dalam menjaga dan memperbaiki pasar tradisional membuktikan bahwa sudah saatnya pasar tradisional di kembalikan ke pedagang pasar untuk dapat mengelolanya sendiri. Dan kami harap Pemerintah Daerah lebih peka terhadap peran strategis pasar tradisional," tukas Abdullah Mansuri. [rus]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Ironi, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Kasus Narkoba

Jumat, 15 Mei 2026 | 22:14

SOKSI Bangkitkan Program P2KB, Perkuat Kaderisasi dan Konsolidasi Golkar

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:55

Konsultasi Bilateral di Moskow, RI-Rusia Soroti Konflik Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:50

Proyek Coretax DJP Digugat Buntut Aroma Monopoli

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:47

Masalah Etik dan Suap, Menteri PU Panggil Pulang ASN dari Luar Negeri

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:33

Ini Tips Menghitung Komponen Pembayaran Listrik

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:02

Nakba dan Perubahan Politik Regional di Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:57

Mantan Kepala Bakamla Ingatkan Kesiapan Finansial Negara Memodernisasi Alutsista

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:37

Menko Airlangga Bertemu PM Belarus, Ini yang Dibahas

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:36

Pakar: Ibu Kota Negara RI di Jakarta Konstitusional

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:09

Selengkapnya