Berita

Ali Mahsun/net

Ali Mahsun: Di Negara Maju PKL Ditata dan Diberdayakan, Kenapa di Indonesia Tidak?

KAMIS, 16 JULI 2015 | 09:52 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Di negara maju seperti Perancis, Swedia, Singapura bahkan di negara kaya raya Arab Saudi, pedagang kaki lima (PKL) ditata, dibina dan diayomi sebagai bagian dari Kekuatan ekonomi dan warisan budaya peradaban bangsa mereka. Bahkan menjadi bagian tidak terpisahkan dari kemajuan dunia pariwisata dan keindahan kota. Lebih dari itu, leaflate khusus tentang sejarah ekonomi dan potensi usaha PKL juga disediakan.

Demikian diungkapkan Ketua Umum  Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pedagang Kaki Lima (DPP APKLI) Ali Mahsun dalam surat elektroniknya kepada redaksi, Kamis (16/7).

Lalu kenapa di Indonesia tidak? Ada apa dengan negeri gemah ripah loh jinawi Indonesia? Padahal, kata Ali Mahsun, kasat mata tidak bisa dibantahkan bahwa PKL telah berperan besar dalam perjuangan merebut kemerdekaan Negara RI dari tangan penjajah Belanda. Bukan saja sistem logistik dan intelijen perjuangan, lebih daripada itu, konsep, ide, gagasan dan cita-cita bangsa Indonesia dihasilkan dari kongkow-kongkow para pejuang, pahlawan, pendiri bangsa Indonesia dilapak PKL, di warung atau kedai kopi. Demikian pula dalam mempertahankan dan mengisi kemerdekaan.


"Bahkan PKL telah buktikan diri sebagai bantalan dan pahlawan ekonomi nasional tatkala Indonesia mengalami krisis ekonomi 1997/1998. Tanpa keberadaan PKL, pada saat itu bisa dipastikan ekonomi Indonesia akan kolaps atau gulung tikar," ujar Ali Mahsun.

Saat inipun, kata Ali Mahsun, dimana ekonomi Indonesia sedang dan makin lesuh dan rapuh, lapak PKL menjadi andalan bagi para korban PHK yang terjadi dimana-mana sebagai kail usaha ekonomi dan mata pencarian untuk keberlangsungan hidup keluarga mereka. Kenyataan demi kenyataan atas peran penting dan strategis PKL diharapkan dapat menjadi triger yang menyadarkan dan membuka mata hati para pemimpin negeri untuk tidak menganakbawangkan dan menggusur PKL dengan semena-mena dengan dalih dan alasan apapun. Karena PKL mudah ditata asal dimanusiakan.

"Mereka harus diayomi, ditata, dibina dan diberdayakan untuk maju dan naik kelas. Bukan sebaliknya, digusur atau dibasmi oleh negaranya sendiri," ungkap Ali Mahsun.

Masih kata Ali Mahsun, investasi kapital dari dalam maupun luar negeri memang dibutuhkan untuk memutar roda dan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Namun tidak boleh merongrong dan membunuh ekonomi dan mata pencarian rakyat, usaha lapak PKL, UKM dan IKM. Karena mereka yang saat ini berjumlah 54,9 juta merupakan ruh kedaulatan ekonomi bangsa Indonesia. Oleh karena itu, investasi dalam bentuk apapun dan dari manapun asalnya harus tetap pada koridor kedaulatan ekonomi bangsa berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Tidak boleh berlandaskan kedaulatan ekonomi Singapura, China, Amerika dan negara asing lainya.

"Sudah saatnya negara RI, dalam hal ini Pemerintah RI konkrit berpihak pada ekonomi rakyat, usaha PKL, UKM dan IKM. Tak boleh terus menerus berbulan madu dengan usaha besar dan kongsi kapitalis multinasional. Untuk itu, APKLI berharap tata kelola bangsa dan negara ini dikembalikan ke khittah. Kembali mengacu dan berlandaskan Pembukaan UUD 1945," tukasnya. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Gus Ipul Cek Perkembangan Siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama Manado

Jumat, 12 Juni 2026 | 00:14

Pegawai Imigrasi Jaksel Tingkatkan Kemampuan Jurnalistik dan Kehumasan

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:46

Pengawasan MBG Harus Diperkuat Usai Dadan Dkk Dicokok Kejagung

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:28

Pemerintah Sepakati Kerangka RAPBN 2027, Pertumbuhan Ekonomi Dibidik 6,5 Persen

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:02

Piala AFF U-19: Drama VAR Kubur Impian Garuda Muda ke Final

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:56

Mahasiswa Jabar Turun ke Jalan Suarakan RUU Polri dan BBM

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:24

PLN Berhasil Operasikan Tower Emergency, Sistem Kelistrikan Sumut Kembali Normal

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:14

Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tetap, Pertamax Naik Ikuti Harga Pasar

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

Target Pendapatan Dipatok Naik, DPR Restui Minuman Manis Kena Cukai

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

PLN Pulihkan Sistem Kelistrikan Sumatera Utara 72 Jam Lebih Cepat

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:02

Selengkapnya