Berita

Yanuar Prihatin/net

Politisi PKB: Hak Memiliki KTP Jangan Ditunda Sekalipun Ahmadiyah

KAMIS, 16 JULI 2015 | 08:36 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Yanuar Prihatin meminta semua pihak dapat melakukan komunikasi bersama mengenai perlakuan berbeda terhadap jamaah Ahmadyah.

Perlakuan berbeda itu mengenai tidak memilikinya Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektrik bagi jamaah Ahmadyah di Manis Lor, Kuningan, Jawa Barat.

"Harus ada diskusi antara Mendagri, MUI dan Ahmadiyah soal itu putuskan tentang KTP dan bukan keyakinan, Kasihan mereka," ujar Yanuar di Kuningan, Rabu (15/07/2015).


Anggota Komisi II melihat pentingnya dalam kepemilikan e-KTP di Indonesia. Baginya, pemerintah harus melayani setiap warganegara tanpa melihat suku dan agama serta kepercayaan.

"Jika tidak punya KTP, efeknya pelayanan publik seperti urusan SIM, pajak, buka usaha akan terhambat dan hak warganegara Indoneaia," tegasnya.

Jika permasalahan perolehan KTP lebih kepada kolom agama. Ia meminta kepada Mendagri menanyakan kepada Ahmadiyah lebih dekat ke agama apa dan kepada MUI diharapkan dapat membantu permasalahan ini.

"Selama kitab sucinya Al-Quran ya mereka Islam, maka ditulis Islam karena Ahmadiyah bukan agama. Tapi kepada jemaah Ahmadiyah juga harus tahu karena di negara ini tidak ada agama Ahmadiyah," terangYanuar Prihatin seperti dalam surat elektroniknya yang dikirim ke redaksi.

Seperti diberitakan Jamaah Ahmadiyah Indonesia di Desa Manislor, kecamatan Jalaksana, Kuningan ini mengeluh tidak dapat melakukan proses kepemilikan KTP.

Berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kuningan menyatakan warga wajib KTP di Manis Lor sebanyak 4.000-an jiwa.

Untuk warga JAI sebanyak 2.772 jiwa, selebihnya warga non-Ahmadiyah tetap bisa melakukan perekaman data dan pencetakan e-KTP. Sementara untuk warga Ahmadiyah disarankan keluar dari ajaran Ahmadiyah oleh MUI setempat agar dapat mencantumkan Islam pada kolom agama e-KTP. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Gus Ipul Cek Perkembangan Siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama Manado

Jumat, 12 Juni 2026 | 00:14

Pegawai Imigrasi Jaksel Tingkatkan Kemampuan Jurnalistik dan Kehumasan

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:46

Pengawasan MBG Harus Diperkuat Usai Dadan Dkk Dicokok Kejagung

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:28

Pemerintah Sepakati Kerangka RAPBN 2027, Pertumbuhan Ekonomi Dibidik 6,5 Persen

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:02

Piala AFF U-19: Drama VAR Kubur Impian Garuda Muda ke Final

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:56

Mahasiswa Jabar Turun ke Jalan Suarakan RUU Polri dan BBM

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:24

PLN Berhasil Operasikan Tower Emergency, Sistem Kelistrikan Sumut Kembali Normal

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:14

Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tetap, Pertamax Naik Ikuti Harga Pasar

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

Target Pendapatan Dipatok Naik, DPR Restui Minuman Manis Kena Cukai

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

PLN Pulihkan Sistem Kelistrikan Sumatera Utara 72 Jam Lebih Cepat

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:02

Selengkapnya