Berita

Ahmad Syafii Maarif/net

Politik

Ketua Alumni IMM: Komjen Buwas Mestinya Berterima Kasih atas Kritikan Buya Syafii

RABU, 15 JULI 2015 | 09:25 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Masyarakat heran dengan sikap Bareskrim Mabes Polri yang terus mempertontonkan perilaku bertentangan dengan logika publik dan melukai rasa keadilan masyarakat. Selain menetapkan dua pimpinan Komisi Yudisial sebagai tersangka, kini Kepala Bareskrim Polri Komjen Budi Waseso juga menyerang sosok guru bangsa, Ahmad Syafii Maarif.

Menurut Ketua Umum Koordinator Nasional Forum Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Armyn Gultom, pernyataan Kepala Bareskrim Polri Komjen Budi Waseso agar Buya Syafii tak mencampuri urusan hukum yang sedang berjalan berkaitan dengan dugaan kriminalisasi pimpinan Komisi Yudisial (KY) sebagai tindakan tak wajar.

"Ada apa dengan Buwas, sehingga memberikan pernyataan yang menyerang Buya Syafii," terang Gultom dalam pesan singkatnya kepada redaksi, Rabu pagi (15/7).


Padahal, sebagai seorang guru bangsa dan senior citizen di republik ini, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu sudah sepantasnya menyuarakan aspirasi publik terkait penanganan laporan Sarpin Rizaldi, hakim yang memenangkan gugatan praperadilan Komjen Budi Gunawan, tersebut.

"Budi Waseso mestinya berterima kasih atas kritikan Buya Syafii. Suara Buya adalah suara publik yang geram atas arogansi penegak hukum yang diduga  melakukan kriminalisasi," tegas Gultom.

Oleh karenanya, atas nama Fokal IMM, Armyn Gultom meminta kepada Bareskrim Polri untuk lebih bijak menanggapi kritikan dan masukan dari masyarakat. Menurutnya, Polri harus menunjukkan sebagai institusi yang terbuka dengan kritikan.

Gultom juga menegaskan bahwa Presiden Jokowi mestinya mendengar masukan dari Buya Syafii tentang perlunya reformasi Polri. Reformasi polri harus dimulai dari dalam.

"Masukan Buya Syafii pada Presiden untuk mencopot pimpinan Polri yang tak profesional mesti didengar dan dilakukan oleh presiden," tegasnya.

Sebelumnya, Komjen Buwas mempertanyakan kritik Buya Syafii atas penetapan dua pimpinan KY sebagai tersangka. "Beliau (Buya Syafii) kan bukan orang bodoh, pasti mengerti mana penegakan hukum yang benar. Kasus ini dari laporan Sarpin pribadi, pihak yang dilaporin pribadi," kata Buwas.

Dia pun mempertanyakan kapasitas Buya Syafii yang meminta Presiden Jokowi melalui Kapolri untuk mencopotnya sebagai Kepala Bareskrim Polri. "Apa kapasitasnya Beliau? Nggak usah lah, berkomentar dan mencampuri penegakan hukum kalau dia nggak mengerti penegakan hukum itu sendiri," tegasnya.[wid]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya