Berita

Dahnil Anzar: Buwas, Anda Memang Layak Dicopot

RABU, 15 JULI 2015 | 04:51 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Usulan Buya Syafiie Maarif agar Kabareskrim Budi Waseso alias Buwas segera diganti oleh Presiden dan Kapolri adalah hal yang wajar. Sebagai Guru Bangsa, Buya Syafii melihat ada potensi "merusak" tatanan hukum dan bernegara dari tindak tanduk Buwas.

Demikian dikatakan Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak kepada redaksi, Rabu (15/7).

"Tentu sebagai warga negara, Buya punya hak untuk menilai dan memberi usulan. karena itu, Buwas tidak perlu bereaksi tidak etis terhadap Buya Syafiie," katanya.


Dikatakan dia, penghinaan yang tidak etis yang disampaikan oleh Buwas terhadap Buya Syafiie telah menyakiti hati warga Muhammadiyah dan kelompok masyarakat lainnya. Warga Muhammadiyah, dikatakan Dahnil, tersinggung dengan sikap Buwas yang tidak etis menanggapi usulan Buya.

"Bagi kami warga Muhammadiyah, tindakan Buwas telah menghina warga Muhammadiyah. Bukan hanya Buya, yang prihatin dengan tindak tanduk Buwas, saya sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah juga melihat hal serupa," tukasnya.

"Karena itulah, melanjutkan sikap permintaan Buya agar Buwas segera dicopot, kami Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah mendesak Presiden dan Kapolri untuk segera mencopot Buwas sebagai Kabareskrim," sambung Dahnil.

Dahnil mengatakan Buwas memang layak dicopot. Selama menjadi Kabareskrim, Buwas telah mengkriminalkan aktivis antikorupsi dan penegak hukum yang justru melawan korupsi.

"Dia sudah mengkriminalisasi para aktivis antikorupsi dan penegak hukum melalui kasus "remeh temeh" seperti kasus pemalsuan KTP dan pencemaran nama baik. Ttidak satu pun kasus besar korupsi atau kasus kriminal lainnya yang dengan cepat ditangani oleh Buwas," tukasnya.

Sebelumnya, Ahmad Syafii Maarif mengecam langkah Bareskrim Mabes Polri yang menetapkan Ketua Komisi Yudisial (KY) Suparman Marzuki dan Wakil Ketua Taufiequrachman Sahuri sebagai tersangka kasus pencemaran nama baik hakim Sarpin Rizaldi.

Menurut mantan Ketua PP Muhammadiyah itu, langkah tersebut menunjukan buruknya Bareskrim di bawah kepemimpinan Komjen Budi Waseso.

Menurut Buya Syafii yang juga Guru Besar Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Buwas terlalu emosional menanggapi aduan pencemaran nama baik yang diajukan Hakim Sarpin tersebut. Padahal, pernyataan dua komisioner KY itu berkaitan dengan tugas dan fungsi lembaga yang mereka pimpin.

Menanggapi itu Buwas marah-marah, memperingatikan Buya Syafii tidak ikut campu.

"Memangnya Buya (Syafi'i Maarif) kapasitasnya apa? Enggak usah lah beliau mencampuri penegakan hukum. Kalau beliau enggak ngerti penegakan hukum, beliau kan bukan orang bodoh, beliau ngerti lah penegakan hukum, mana yang benar dan mana yang salah," ujar Buwas dalam satu kesempatan.[dem]


Populer

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Dugaan Korupsi Tambang Nikel di Sultra Mulai Tercium Kejagung

Minggu, 28 Desember 2025 | 00:54

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

KPK Panggil Beni Saputra Markus di Kejari Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 13:09

UPDATE

Pembangunan Gerai KDKMP di Tubaba Terkendala Masalah Lahan

Rabu, 07 Januari 2026 | 03:59

KDKMP Butuh Ekosistem Pasar Hingga Pendampingan Berkelanjutan

Rabu, 07 Januari 2026 | 03:43

Ziarah ke Makam Ainun Habibie

Rabu, 07 Januari 2026 | 03:23

Ketidaktegasan Prabowo terhadap Jokowi dan Luhut jadi Sumber Kritik

Rabu, 07 Januari 2026 | 02:59

Implementasi KDKMP Masih Didominasi Administrasi dan Kepatuhan Fiskal

Rabu, 07 Januari 2026 | 02:42

Aktivis Senior: Program MBG Simbol Utama Kebijakan Pro-Rakyat

Rabu, 07 Januari 2026 | 02:20

Kontroversi Bahlil: Anak Emas Dua Rezim

Rabu, 07 Januari 2026 | 01:53

Rosan Ungkap Pembangunan Kampung Haji Baru Dimulai Kuartal Empat 2026

Rabu, 07 Januari 2026 | 01:41

Tim Gabungan Berjibaku Cari Nelayan Hilang Usai Antar ABK

Rabu, 07 Januari 2026 | 01:24

Pemerintah Harus Antisipasi Ketidakstabilan Iklim Ekonomi Global

Rabu, 07 Januari 2026 | 01:02

Selengkapnya