Berita

Dunia

Pameran Lukisan Batik Kembali Semarakan Trodheim

SELASA, 14 JULI 2015 | 01:50 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Musim panas ini, Joko Sudadiyo kembali menggelar pameran lukisan batik. Pameran yang digelar di perpustakaan kota Trondheim, Norwegia ini dilaksanakan mulai 11 Juli hingga 1 Agustus 2015. Pameran ini terselenggara atas dukungan Berit Johanessen dari Norwegian University for Science and Technology (NTNU), Dorith Schaffscher sebagai kurator dan perpustakaan kota Trondheim.

Dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi dari KBRI Oslo, pembukaan pameran dilaksanakan pada Sabtu (11/7) pukul 13.00 waktu setempat. Sekitar 40 orang pecinta dan pemerhati batik antara lain dari kalangan akademik NTNU, perwakilan dari berbagai galeri di Trondheim, serta masyarakat Indonesia yang berdomisili di Trondheim hadir dalam pembukaan tersebut.

Dalam sambutan pembukaannya PF Pensosbud Dilla Trianti yang mewakili Duta Besar RI Oslo menyatakan kebanggaannya bahwa pameran lukisan batik Indonesia dapat kembali digelar di Trondheim. Dia juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada para sponsor yang mendukung terselenggaranya pameran tersebut.


Lebih lanjut disampaikan bahwa bagi orang Indonesia, batik tidak hanya menjadi pakaian, melainkan juga sebagai bentuk karya seni, warisan budaya, simbol identitas dan kebanggaan bangsa Indonesia. Diharapkan melalui pameran batik ini, masyarakat Norwegia dapat lebih mengenal Indonesia dan kebudayaan Indonesia.

"Melalui pertukaran informasi, seni, dan budaya antar negara, kita dapat memupuk rasa saling pengertian, dan melalui pameran batik ini diharapkan rasa itu akan tumbuh antara masyarakat Indonesia dan Norwegia. Dengan timbulnya rasa saling memahami tersebut, kita dapat bekerja sama dan berkontribusi dalam membangun dunia yang lebih baik," papar Dilla Trianti.

Dalam pembukaan pameran juga dipersembahkan tari Pendet asal Bali yang dibawakan oleh kelompok tari masyarakat Indonesia di Trondheim. Penampilan tari Pendet berhasil menarik perhatian para hadirin maupun para pengunjung perpustakaan yang kemudian meluangkan waktu untuk melihat pameran.

Joko Sudadiyo adalah seorang artis dan pengajar batik di Yogyakarta. Dia mulai mendesain dan memproduksi batik di tahun 1984. Kini, karya dan produknya telah diekspor ke berbagai negara termasuk Italia, Inggris, Spanyol, Amerika Serikat (Hawaii), Guyana, Malaysia, Belanda, dan Singapura. Karyanya juga pernah dipamerkan di Guyana, Italia, Inggris, Spanyol, dan Belanda.

Pameran ini merupakan pameran lukisan batik Joko Sudadiyo yang keempat kalinya digelar di Norwegia. Sebelumnya, pameran pertama diselenggarakan pada bulan Desember 2011 di Trondheim, yang kedua pada bulan Agustus 2012 di Oslo dan yang ketiga pada bulan Juni 2013. Pameran lukisan batik ini diselengarakan di perpustakaan umum kota Trondheim mengingat perpustakaan tersebut dikunjungi oleh sekitar 2 hingga 3 ribu orang setiap harinya.[dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Polisi Tangkap Pembacok Pegawai Toko Roti di Cengkareng

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:55

Bank Mandiri Gelar Mandiri Lelang Festival 2026, Penawaran 50% di Bawah Pasaran

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:51

KPK Jangan Omdo, Dugaan Korupsi Sinyal Kereta Harus Dibongkar Tuntas

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:40

DPR Sebut Skandal Seksual di Ponpes Pati sebagai Pelanggaran HAM Berat

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:16

Unhas Siap jadi Pusat Unggulan MBG di Indonesia Timur

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50

Kapolri Siap Eksekusi 3.000 Halaman Rekomendasi Reformasi Polri

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:44

Kompetisi Perguruan Tinggi Tanpa Fondasi Keadilan

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:25

Pelanggaran Tambang Tidak Cukup Diselesaikan dengan Uang

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:00

KPK Kembangkan Penyidikan Baru Kasus OTT Anak Buah Bobby Nasution

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Terima 10 Buku Rekomendasi Reformasi Polri di Istana

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:47

Selengkapnya