Berita

Mudik Itu Ibadah

SENIN, 13 JULI 2015 | 11:55 WIB | OLEH: MUHAMMAD SULTON FATONI

AHAD pagi, suasana Gedung PBNU mulai ramai didatangi warga Jakarta yang akan mudik ke kampung halaman. Sudah lima tahun terakhir PBNU mengadakan "Mudik Bareng" dan selalu ditunggu para perantauan di Jakarta yang membutuhkannya.

PBNU pun memasang tenda besar di halaman. Sekitar 2500 pemudik memadati mesjid, lorong gedung, tenda besar hingga meluber ke trotoar. Sementara di bahu jalan Kramat Raya telah terparkir empat puluh Bus siap untuk mengantarkan para pemudik ke berbagai tujuan.

Kata ‘mudik’ memang cukup akrab di telinga masyarakat Indonesia. Khususnya di hari-hari menjelang Idul Fitri, mudik mempunyai daya magis luar biasa. Ia mampu menggerakkan lautan manusia dari satu tempat ke tempat lain.


Kata ‘mudik’ bagi seorang muslim tak sekedar kembali ke kampung halaman. Ia menjadi bagian penting dari macam-macam ibadah yang terdapat di bulan Ramadhan. Mudik bermakna kembali merajut tali persaudaraan. Tidak hanya merajut juga memperkuat dan memelihara tautan hati antarmanusia. Kekuatan ‘mudik’ ini sejatinya adalah implementasi atas perintah Allah Swt untuk memelihara silaturahmi dan menghindari bermaksiat kepada Allah Swt dalam bentuk terputusnya tali persaudaraan (QS. Ar-Ra’d:21).

Rasulullah saw pun mengajarkan urgensi menjaga tali persaudaraan. Seseorang yang mampu memelihara tali persaudaraannya pertanda ia termasuk orang yang mempunyai keimanan. Rasulullah saw juga mengingatkan terdapat resiko yang sangat dahsyat saat seseorang memutus tali persaudaraan (fal yatabawwa’ maq’adahu minan nar).

Selain terkait dengan silaturahmi, mudik juga mempunyai motif  ‘saling berkunjung’. Kang Supri berkunjung ke rumah Bang Thoyyib, dan Bang Thoyyib menghormati serta memuliakan Kang Supri yang hadir di rumahnya. Pada proses ‘saling berkunjung’ ini terjadi saling memuliakan tamu. Inilah ajaran Rasulullah saw kepada umatnya agar saling memuliakan tamu yang hadir ke kita (ikramud dhayf).

Mudik juga terkait dengan motif membangun komunikasi sosial. Saat saling berkunjung dalam suasana Idul Fitri, terjadi komunikasi yang santun penuh keakraban. Kang Supri berbincang akrab dengan Bang Madun. Muncul suasana harmoni dan terawatnya solidaritas sosial. Suasana ini implementasi dari ajaran Rasulullah saw agar kita bertutur kata yang baik atau memilih pasif jika tak mampu (qul khairan aw liyasmut).

Silaturahmi, memuliakan tamu dan komunikasi sosial yang baik adalah hal penting dalam upaya mewujudkan masyarakat yang mempunyai empati kemanusiaan. Masyarakat yang hidup berlandaskan kebersamaan dan cinta kasih (at-ta’awwun wal mahabbah). Rasulullah saw sendiri yang mengaitkan urgensi silaturahmi, memuliakan tamu dan komunikasi sosial dengan keimanan seseorang sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari.

Maka mudik adalah ibadah untuk melakukan tiga hal penting tersebut. Ibarat seseorang yang perlu berwudhu sebelum melaksanakan salat maka mudik pun ibadah yang menjadi pintu masuk menuju ibadah-ibadah selanjutnya. Wallahu A’lam bis Shawn

*penulis adalah Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Peluang Emas Kuliah Gratis Pendaftaran Beasiswa Unggulan 2026 Resmi Dibuka

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:21

Di Posko Pengungsian, Gibran Pastikan Kebutuhan Anak-Anak Terpenuhi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:21

Prioritaskan Guru PPPK Wilayah 3T Jadi PNS

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:19

Utang AS Terus Membengkak, Tekanan Fiskal Makin Besar

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:16

Jangan Sampai Utang Gerogoti Ruang Fiskal

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:07

Purbaya Siapkan Rp31 Triliun untuk Pengalihan PPPK ke Pusat

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:05

Emas “di Bawah Bantal” Warga RI Capai 1.800 Ton, Nilainya Diprediksi Tembus Rp4.400 Triliun

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:01

Tak Benar Febrie Minta Emas 74 Kg hingga Uang Dikembalikan

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:45

Pemerintah Raup Rp34 Triliun dari Lelang SUN

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:41

Iran Siapkan Serangan Balasan hingga Eropa Jika AS Perluas Perang

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:41

Selengkapnya