Berita

Sharief Rachmat

Politik

PDIP Saudi Apresiasi Langkah BNP2TKI Benahi Tata Kelola Penempatan TKI

MINGGU, 12 JULI 2015 | 22:39 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Langkah Kepala BNP2TKI Nusron Wahid membenahi tata kelola penempatan TKI khususnya untuk negara-negara di timur tengah yang pengirimannya sudah distop total oleh presiden diapresiasi PDI Perjuangan.

"Memang seharusnya demikian. Sebab pasca pengumuman penghentian penenmpatan TKI ke Negara timur tengah, konsep dan solusi pasca penyetopan tidak jelas khususnya lapangan pekerjaan di dalam negeri dan perlindungan terhadap TKI yang masih bekerja di negara-negara yang sudah distop tersebut," ujar Ketua Dewan Perwakilan Luar Negeri (DPLN) PDI Perjuangan Saudi Arabia, Sharief Rachmat dalam keterangannya kepada redaksi, Minggu (12/7).

Usai melakukan pertemuan dengan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Nusron Wahid berencana melakukan pertemuan bersama Presiden, menteri, serta gubernur yang daerahnya menjadi basis TKI untuk membahas tata kelola penempatan TKI tersebut. Sharief mengatakan konsep yang ditawarkan Gubernur Ahmad Heryawan agar penempatan TKI informal ke formal di Arab Saudi sejalan dengan Pemerintah Pusat.


Begitu juga dengan sistim penempatan dengan cara mega rekruitmen. PDI Perjuangan Saudi Arabia sudah mengetahui dan mendukung bila diterapkan.

"Sebab sebelumnya kami telah melihat secara langsung saat pemangku kepentingan mempresentasikan kinerja mega rekruitmen itu. Baik dari sistim penempatan dan perlindungan, sistim mega rekruitmen dapat dijadikan solusi untuk meminimalisir sistim kafalah," paparnya.

Menurut dia, sistem mega rekrutmen sangat bagus  karena nantinya yang menjadi kafalah adalah pihak perusahaan, bukan perorangan. Dengan demikian majikan tidak bisa bertindak sewenang-wenang.

"Hanya saja, kami PDI Perjuangan Saudi Arabia mengusulkan agar untuk sementara penerapannya dilakukan terhadap TKI yang masih bekerja di Saudi Arabia. Atau setidaknya melegalkan para WNI overstayer di Arab Saudi yang masih ingin bekerja," tukasnya.[dem]

Populer

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Miliki Segudang Prestasi, Banu Laksmana Kini Jabat Kajari Cimahi

Jumat, 26 Desember 2025 | 05:22

Dugaan Korupsi Tambang Nikel di Sultra Mulai Tercium Kejagung

Minggu, 28 Desember 2025 | 00:54

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

UPDATE

Lima Penyidik Dipromosikan Jadi Kapolres, Ini Kata KPK

Senin, 05 Januari 2026 | 12:14

RI Hadapi Tantangan Ekonomi, Energi, dan Ekologis

Senin, 05 Januari 2026 | 12:07

Pendiri Synergy Policies: AS Langgar Kedaulatan Venezuela Tanpa Dasar Hukum

Senin, 05 Januari 2026 | 12:04

Pandji Pragiwaksono Pecah

Senin, 05 Januari 2026 | 12:00

Tokoh Publik Ikut Hadiri Sidang Nadiem Makarim

Senin, 05 Januari 2026 | 11:58

Tak Berani Sebut AS, Dino Patti Djalal Kritik Sikap Kemlu dan Sugiono soal Venezuela

Senin, 05 Januari 2026 | 11:56

Asosiasi Ojol Tuntut Penerbitan Perpres Skema Tarif 90 Persen untuk Pengemudi

Senin, 05 Januari 2026 | 11:48

Hakim Soroti Peralihan KUHAP Baru di Sidang Nadiem Makarim

Senin, 05 Januari 2026 | 11:44

Akhir Petrodolar

Senin, 05 Januari 2026 | 11:32

Kuba Siap Berjuang untuk Venezuela, Menolak Tunduk Pada AS

Senin, 05 Januari 2026 | 11:28

Selengkapnya