Berita

PILKADA BENGKULU

Survei MMD Initiative, Ridwan Mukti Paling Kuat

MINGGU, 12 JULI 2015 | 16:46 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Lima bulan menjelang Pilkada serentak yang akan berlangsung pada Desember 2015 mendatang, dinamika politik di Provinsi Bengkulu semakin menghangat. Bakal calon yang akan berlaga semakin mengerucut dan memungkinkan hanya dua atau tiga pasangan calon.

"Juga tampak pada peningkatan daya terima bakal calon di kalangan masyarakat. Salah satu bakal calon yang tingkat penerimaan dan dukungan publik terhadapnya semakin besar adalah Ridwan Mukti," kata Direktur Eksekutif Mahfud MD Initiative Masduki Baidlowi saat memaparkan hasil surveinya di Kantor MMD Initiative Bengkulu, Minggu (12/7).

Masduki mengatakan, survei dilaksanakan oleh sebuah lembaga riset independen bersama MMD Initiative dengan melibatkan 1000 responden dari seluruh kabupaten kota di Propinsi Bengkulu.


Responden dipilih dengan metode multistage random sampling, dengan margin kesalahan (margin error) lebih kurang 2,2 persen. Survei yang diprakarsai oleh MMD Initiative Bengkulu dilakukan pada rentang 22 sampai 27 Juni.

Dalam surveinya, Ridwan Mukti menempati urutan pertama bakal calon Gubernur yang memiliki tingkat dukungan masyarakat paling tinggi.

Eks anggota DPR yang kini menjabat sebagai Bupati Musi Rawas, Sumatera Selatan itu memperoleh dukungan 13, 7 persen disusul Junaidi Hamsyah yang memperoleh 10, 7 persen, Bando Amin C. Kader 4,8 persen, Suherman 3,9 persen, dan Sultan B. Najamuddin yang memperoleh 3,3 persen. Bakal calon lainnya, berada di bawah angka 3 persen.

Bila hanya ada dua calon yang berkompetisi, Ridwan Mukti yang akrab disapa RM, juga unggul terhadap semua calon.

Survei menunjukkan, RM unggul dengan 24,2 persen bila berhadapan dengan Junaidi Hamsyah, yang hanya mendapatkan 17,4 persen. Begitu pula bila head to head dengan Sultan B. Najamuddin, RM unggul dengan 26 persen melawan 10,6 persen.  

Meski demikian, survei juga memperlihatkan bahwa sebagian besar calon pemilih belum menentukan pilihan, atau masih merahasiakan pilihannya.

"Jadi, survei ini baru merupakan gambaran sementara, mengingat undecided voters masih besar, yakni di atas 50 persen. Lagi pula, Pilgub masih akan berlangsung dalam lima bulan mendatang," ungkap Masduki yang juga bekas anggota DPR RI dari Fraksi PKB.

Namun demikian, dari sisi popularitas, Ridwan Mukti masih di bawah Junaidi Hamsyah yang saat ini masih menjabat sebagai Gubernur Bengkulu.

"Alasannya sederhana, incumbent di mana-mana tetap lebih dikenal oleh masyarakat dibanding calon lainnya. Namun pada akhirnya yang menentukan adalah calon yang paling banyak mendapat dukungan masyarakat, yang sejauh ini adalah Pak RM," ungkap Masduki.[dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya