Berita

ilustrasi/net

Politik

PILKADA SERENTAK

Pengurus Partai Terima Rp 6 Miliar dari Seorang Calon

MINGGU, 12 JULI 2015 | 15:44 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Praktik uang perahu atau mahar dalam pilkada masih berlaku. Seorang pengurus pusat salah satu partai politik dikabarkan menerima Rp 6 miliar dari seorang bakal calon kepala daerah.

Uang diberikan karena dibantu diloloskan sebagai kandidat kepala daerah pada pilkada di salah satu daerah di Sumatera. Uang mahar kabarnya diserahkan bakal calon kepada seorang pengurus DPP yang membidangi pemenangan pemilu.

Kabar mengenai adanya pemberian uang perahu ini sudah diketahui ketua umum dan sekjen partai tersebut. Oknum partai penerima mahar sudah dipanggil. Seorang kader yang tahu adanya pemberian tersebut juga ikut dipanggil.


Keduanya dipanggil sang ketua umum ke kediamannya di sekitar ibukota. 'Rapat tertutup" digelar malam hari, usai buka puasa.

Mahar Rp 6 miliar kabarnya diserahkan terkait pilkada di salah satu daerah di Sumatera yang pada Pileg lalu partai itu meraih kursi terbanyak di tingkat provinsi. Lebih dari 7 kursi. Karena pengaruh si oknum cukup besar, tiket pencalonan untuk si pemberi mahar sudah keluar sebelum partai tersebut melakukan seleksi calon kepala daerah secara resmi.[dem]


Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya