Berita

Fahri Hamzah: Putusan MK Batalkan Pembatasan Keluarga dalam Politik Sudah Benar

KAMIS, 09 JULI 2015 | 17:11 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Tidak boleh karena alasan memberantas korupsi lalu‎ mendiskriminasikan hak warga negara. Dengan demikian, bila Mahkamah Konstitusi (MK) menganggap pembatasan keluarga dalam politik itu sebagai bentuk diskriminasi dan itu melanggar HAM, yang secara otomatis menentang UUD 45 khususnya amandemen ke-4, maka putusan MK itu yang benar.

Demikian disampaikan Wakil Ketua DPR yang juga politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Fahri Hamzah, dalam keterangan beberapa saat lalu (Kamis, 9/7).‎

‎‎"‎Saya tanya, ini putusan MK membatalkan UU. Apa karena legislasi buatan DPR dan pemerintah kualitasnya rendah?" ungkap Fahri. ‎

‎Fahri mengakui bila memang DPR dan pemerintah sering membuat UU dalam situasi provokasi dan tekanan publik, meski memang tidak ada yang salah dengan itu sebab menjadi bagian dari proses aspirasi. Namun demikian, suatu aspirasi temporer belum tentu sesuai dengan aspirasi konstitusional bangsa. 

‎"Kita bersyukur ada MK yang selalu bisa menjadi juri bagi proses legislasi kita yang sering menyimpang. Ini sistem pemerintahan yang membuat kita optimis bahwa proses berbangsa dan bernegara dijaga oleh adanya sistem dan tata negara yang bekerja dengan baik," kata Fahri. 

‎Sesungguhnya, sambung Fahri, masih banyak yang harus dikoreksi tetapi MK tidak boleh aktif, karena semua koreksi terhadap proses legislasi DPR dan Presiden adalah harus datang dari rakyat sebagai pemilik kedaulatan dalam demokrasi kita.‎ [ysa]‎

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Pelaku Kekerasan Seksual di Gili Trawangan Dibekuk di Bali

Rabu, 29 April 2026 | 16:19

Tak Terlantar Lagi, Keluarga Pasien RSUD Banggai Laut Bisa Pakai Rumah Singgah

Rabu, 29 April 2026 | 16:10

KPK Ungkap Ada yang Ngaku-ngaku Bisa Atur Kasus Bea Cukai

Rabu, 29 April 2026 | 16:09

Update Laka KA di Bekasi Timur: 15 Meninggal, 91 Luka-luka

Rabu, 29 April 2026 | 16:05

Anggota DPRD Jabar Bongkar Dugaan “Mahasiswa Gaib” di Kampus

Rabu, 29 April 2026 | 15:56

PLN Perkuat Posisi Indonesia sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Digital

Rabu, 29 April 2026 | 15:44

5 Kg Sabu Gagal Dikirim ke Solo dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 15:42

Kemenhaj Gerak Cepat Tangani Kecelakaan Bus Jemaah Haji di Madinah

Rabu, 29 April 2026 | 15:37

PT KAI Harus Perkuat Sistem Peringatan Dini untuk Cegah Kecelakaan

Rabu, 29 April 2026 | 15:27

Prabowo Tegaskan RI Negara Paling Aman: yang Mau Kabur, Kabur Aja!

Rabu, 29 April 2026 | 15:25

Selengkapnya