Berita

Pramono Anung/net

Wawancara

WAWANCARA

Pramono Anung: Presiden Sudah Kantongi Calon Menteri Untuk Menjawab Tantangan ke Depan

RABU, 08 JULI 2015 | 09:19 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Siapa menteri yang diganti Presiden Jokowi bila reshuffle kabinet dilakukan usai Lebaran? Siapa pula orang yang akan bergabung masuk kabinet hasil perombakan itu?

Pertanyaan itu selalu mun­cul bila isu reshuffle kabinet didengungkan. Apalagi belakan­gan ini, isu itu kian berhembus kencang.

Disebut-sebut, sejumlah menteri bakal menjadi target re­shuffle, antara lain Menteri BUMN Rini M Soemarno dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Andi Widjajanto.


Kedua menteri ini selama beberapa tahun dikenal sangat dekat dengan Ketua umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Keduanya per­nah dipercaya masuk dalam Tim Sebelas yang dibentuk Megawati untuk menyiapkan Jokowi seba­gai calon presiden.

Dua politisi PDI Perjuangan, Pramono Anung dan Achmad Basarah disebut-sebut sebagai kandidat pengganti Rini dan Andi. "Jika dua-duanya masuk, Mas Pram cocok di BUMN dan Basarah di Sekretariat Kabinet," ujar politikus PDI Perjuangan, Masinton Pasaribu.

Selain dua pos itu, disebut-sebut yang menjadi sorotan untuk diganti adalah Menteri Keuangan, Koordinator Bidang Perekonomian, Menteri Perdagangan.

Bagaimana tanggapan bekas Sekjen PDI Perjuangan Pramono Anung mengenai isu reshuffle kabinet itu? Berikut wawan­cara dengan Pramono Anung, kemarin:

Bagaimana tanggapan Anda mengenai isu reshuffle kabi­net?

Presiden Joko Widodo akan menunggu momentum yang tepat untuk melakukan reshuffle. Perombakan kabinet tak bisa dihindari karena pertumbuhan ekonomi sejauh ini masih belum memuaskan. Makanya harus dipilih orang-orang yang bisa mengantisipasi, punya pengala­man ekonomi saat krisis. Karena pengalaman itu diperlukan.

Kapan Presiden melakukan perombakan kabinet?
Saya tegaskan kewenangan reshuffle adalah hak prerogatif Presiden. Saya percaya, Jokowi sudah mengantungi nama orang (calon menteri) yang dibutuh­kan untuk menjawab tantangan ke depan. Saya rasa momen­tumnya akan diambil dengan tepat apalagi ini akan masuk Lebaran. Dalam konteks itu Presiden akan menyiapkan langkah-langkah.

Apa ada desakan dari par­tai-partai pendukung?
Apa yang jadi keputusan Presiden itu mengikat bagi se­muanya, termasuk partai-partai pengusung. Saya yakin Presiden punya pertimbangan yang ma­tang, sehingga Presiden tahu orang yang dibutuhkan untuk jawab persoalan ke depan. Itulah yang jadi pemikiran Presiden.

Kenapa disorot bidang per­ekonomian?
Pertumbuhan ekonomi pa­da periode lalu 4,71 persen. Sekarang diharapkan mendorong pertumbuhan di atas 5,2 persen. Kalau kemudian ekonomi dunia alami keterlambatan, maka akan jadi persoalan sendiri. Oleh kar­ena itu harus dipilih orang-orang yang antisipati pengalaman-pengalaman ekonomi saat krisis karena pengalaman itu diperlu­kan. Sekarang ini yang kurang adalah masalah kepercayaan publik.

Kalau kurangnya keper­cayaan publik berarti akan mempengaruhi posisi Jokowi dong?
Tapi saya pastikan kekurang­percayaan publik itu tidak mempengaruhi posisi Presiden Jokowi. Saya yakin masih ada kepercayaan pada Pak Jokowi.

Menteri BUMN Rini Soemarno masuk daftar re­shuffle, apa komentar Anda?
Saya enggan berkomentar. Saya tidak etis untuk bilang.

Apa harapan Anda soal reshuffle ini?
Jika ada perombakan kabinet, harapan saya adalah supaya menteri di bidang ekonomi akan bisa membawa Indonesia ke tingkat yang lebih baik lagi. Saya juga menghendaki men­teri yang akan menggawangi sektor perekonomian harus su­dah punya pengalaman tentang persoalan perlambatan ekonomi global. Jika tidak diantispasi secara baik, maka harus pilih orang-orang yang punya pen­galaman mengenai keadaan krisis ekonomi. Apakah itu krisis 1998-2008, agar dapat tumbuh kembali. Karena pertumbuhan ekonomi Indonesia harus terus dipacu, khusus untuk semester kedua ini harus menargetkan paling tidak tumbuh sekitar 5,2 -5,3 persen.

Untuk mendorong perekono­mian, maka harus mendorong pembangunan infrastrukur dan memaksimalkan penyerapan anggaran. ***

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya