Berita

Menteri Marwan Optimalkan Program Listrik Desa

SENIN, 06 JULI 2015 | 17:52 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) akan menggenjot program listrik desa. Saat ini, ada sekitar 15 ribu desa di Indonesia yang belum teraliri listrik.

"Banyak sumber tenaga listrik dalam skala besar maupun kecil yang bisa dikembangkan di desa. Baik pembangkit listrik tenaga air (PLTA), tenaga surya (PLTS), dan energi terbarukan seperti panas bumi, angin, biomasa, dan sebagainya," ujar Menteri Desa, PDT, dan Transmigrasi Marwan Jafar di Jakarta, Senin, (4/7).

Hal itu dikemukakan Menteri Marwan untuk merespon pernyataan Presiden Joko Widodo saat meresmikan Pembangkit Listrik Energi Panas Bumi (PLTP) Kamojang V Garut dan ground breaking PLTP Ulubelu III dan IV Lampung.


Presiden Joko Widodo menyebut sampah dan kotoran ternak sebagai potensi energy, karena sebagai bahan bakar alternatif ramah lingkungan. Apalagi kandungan CO2 hasil pembakaran sampah sangat kecil, aman. Gas rawa yang tersembunyi di balik gambut juga merupakan potensi energi yang leluasa dikembangkan.

Marwan mengatakan, energi terbarukan sebagai bahan bakar alternatif banyak ditemukan di masyarakat perdesaan. Hanya yang diperlukan saat ini, masyarakat dapat diberikan pelatihan untuk mengubah kotoran menjadi listrik. Jika pengadaan listrik teraliri, maka bisa dimanfaatkan untuk menjadi sumber ekonomi masyarakat.

Menteri Marwan menjelaskan, keberadaan listrik adalah salah satu indikator penting untuk mengukur kemajuan sebuah kabupaten maupun desa. Dari 74.094 desa di Indonesia, ada 39.086 desa yang tertinggal atau sekitar 52,78 persen dari total desa yang ada.

"Dari jumlah itu, ada sekitar 15.000 desa di Indonesia yang belum teraliri listrik. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi kita karena aliran listrik adalah kebutuhan penting masyarakat di jaman sekarang," ujar Marwan.

Menteri dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menambahkan, masyarakat yang belum teraliri listrik tak bisa belajar dengan maksimal, kesulitan mendapat akses informasi, dan tak dapat menikmati perkembangan teknologi. Karena itu upaya pengadaan listrik desa akan diikhtiarkan secara sungguh-sungguh.

"Dalam beberapa program pembangunan daerah tertinggal, kita selalu agendakan tentang pengadaan listrik bagi desa-desa yang belum teraliri listrik. Misalnya bantuan pengadaan PLTS dan sebagainya. Ini penting sebagai stimulus agar program listrik secara massif dan berskala besar bisa segera terwujud," ujar Marwan.[dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya