Berita

presiden joko widodo/net

RESHUFFLE KABINET KERJA

Sofjan Djalil dan Darmin Nasution Kurang Pas Jadi Menko Perekonomian

MINGGU, 05 JULI 2015 | 22:39 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pelemahan ekonomi yang dialami Indonesia saat ini terjadi karena kredibilitas tim ekonomi pemerintah yang dinilai kurang. Kredibilitas yang rendah ini didorong oleh ketiadaan visi yang jelas hendak kemana biduk perekonomian hendak berlayar.

Demikian penilaian Ketua Presidium Pergerakan Aktivis untuk Reformasi dan Demokrasi (ProDEM), Andrianto, menyikapi carut marut perekonomian nasional dan rencana Presiden Joko Widodo mengocok ulang susunan Kabinet Kerja.

"Mengurus perekonomian negara sebesar Indonesia ini memang tidak bisa dilakukan hanya dengan membagi-bagikan kartu saja. Kalau kartu itu sifatnya seperti aspirin. Begitu duit di dalamnya habis, maka rakyat pening lagi," ujarnya.


Di sisi lain, situasi ini diperparah karena ketiadaan leadership di tubuh tim ekonomi. Bahkan ada kesan kuat setiap menteri di sektor ekonomi jalan sendiri-sendiri.

"Ini bisa jadi karena figur Sofjan Djalil tidak begitu kuat sebagai Menko Perekonomian. Kelasnya bukan Menko Perekonomian. Jadi terkesan hanya mengakomodir kepentingan tertentu. Apalagi Sofjan Djalil dinilai banyak orang lebih dekat dengan Wapres Jusuf Kalla, sehingga ada kekhawatiran tidak independen, dalam arti kurang membela kepentingan rakyat banyak," urai Andrianto.

Kalau Jokowi memang serius membenahi kinerja tim ekonomi pemerintahannya, dia tidak bisa sembarangan menunjuk orang. Apalagi memberikan kesempatan kepada orang seperti Darmin Nasution yang memiliki kaitan dengan sejumlah kasus hukum yang sampai sekarang masih mandeg di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Jokowi harus mencari sosok yang berada di tengah, bervisi kerakyatan dan berani membela kepentingan nasional, serta punya rekam jejak yang clean dan clear," demikian Andrianto. [dem]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Ramadhan Pohan, Pendukung Anies yang Kini Jabat Anggota Dewas LKBN ANTARA

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

UPDATE

Kadisdik DKI Senang Lihat Kemping Pramuka di SDN 11 Kebon Jeruk

Sabtu, 10 Januari 2026 | 02:03

Roy Suryo Cs Pastikan Menolak Ikuti Jejak Eggi dan Damai

Sabtu, 10 Januari 2026 | 01:47

Polri Tetap di Bawah Presiden Sesuai Amanat Reformasi

Sabtu, 10 Januari 2026 | 01:14

Kesadaran Keselamatan Pengguna Jalan Tol Rendah

Sabtu, 10 Januari 2026 | 01:04

Eggi dan Damai Temui Jokowi, Kuasa Hukum Roy Suryo Cs: Ada Pejuang Ada Pecundang!

Sabtu, 10 Januari 2026 | 00:34

Debat Gibran-Pandji, Siapa Pemenangnya?

Sabtu, 10 Januari 2026 | 00:19

Prabowo Didorong Turun Tangan terkait Kasus Ketua Koperasi Handep

Sabtu, 10 Januari 2026 | 00:04

Eggi dan Damai Mungkin Takut Dipenjara

Jumat, 09 Januari 2026 | 23:46

Relasi Buku Sejarah dan Medium Refleksi Kebangsaan

Jumat, 09 Januari 2026 | 23:42

Kadispora Bungkam soal Lahan Negara di Kramat Jati Disulap Jadi Perumahan

Jumat, 09 Januari 2026 | 23:07

Selengkapnya