Berita

ridwan darmawan/net

KOCOK ULANG KABINET

Percuma Kalau Darmin Nasution yang Dipilih

MINGGU, 05 JULI 2015 | 15:57 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Ada masalah serius yang harus dijadikan pertimbangan terkait track record Darmin Nasution sebelum melibatkannya kedalam tim ekonomi kabinet kerja.

Presiden Joko Widodo diingatkan bahwa sosok Darmin berpotensi memiliki masalah hukum. Darmin disebut-sebut ikut terseret kasus korupsi pajak Gayus Tambunan.

"Dia (Darmin Nasution) bagian dari masa lalu yang bermasalah. Terlepas dari perdebatan soal kapasitas dan kapabilitas seorang Darmin Nasution, percuma saja kalau figur yang menurut publik bermasalah yang dipilih memperkuat kabinet kerja," ujar Ketua Eksekutif  Human Right Committee For Social Justice (IHCS) Ridwan Darmawan, kepada redaksi, Mingg (5/7).


Ridwan mengingatkan selain tidak berpotensi masalah hukum, presiden Jokowi sebaiknya merekrut orang yang punya pemahaman dan tahu bagaimana menjalankan Trisakti dan Nawacita Bung Karno kedalam tim ekonominya.

"Kenapa tidak diutamakan figur-figur yang track recordnya jelas, paham Trisakti dan Nawacita, dan punya pembelaan yang nyata kepada rakyat kecil. Banyak kok figur seperti ini," katanya.

Menurut Ridwan, ada banyak figur yang tidak bermasalah, pro rakyat, paham Trisakti dan Nawacita yang bisa dipilih Prpesiden Jokowi memperkuat tim ekonominya.

"Ada Arif Budimantan, Imam Sugema, atau Bustanul Arifin. Kalau mau yang lebih radikal dan progresif, nama Rizal Ramli bisa dipilih,"  tukas Ridwan menyarankan.[dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya