Berita

andrianto/net

ANALISA AKTIVIS

Kekuasaan Jokowi Hanya Ditopang Kardus, Bila Reshuffle Anti Klimaks Kejatuhannya Menunggu Waktu

MINGGU, 05 JULI 2015 | 15:24 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Wacana kocok ulang Kabinet Kerja yang dipimpin Presiden Joko Widodo sudah menjalar kemana-mana. Presiden Jokowi pun dalam berbagai kesempatan telah memberikan sinyal kuat akan mengganti komposisi menteri, terutama tim ekonomi.

Kelihatannya, Jokowi cukup bisa menerima kritik yang disampaikan banyak kalangan terhadap kualitas tim ekonomi Kabinet Kerja yang dinilai lemah dan jauh dari cita-cita Trisakti dan Nawacita.

Tetapi, Ketua Presidium Pergerakan Aktivis untuk Reformasi dan Demokrasi (ProDEM), Andrianto, mewanti-wanti agar reshuffle yang direncanakan Jokowi itu tidak antiklimaks.


"Kalau reshuffle ini ternyata antiklimaks, maka dia akan berubah menjadi bola salju yang menghancurkan kekuasaan Jokowi," ujarnya dalam perbincangan dengan redaksi (Minggu, 5/7).

Andrianto mengatakan, fakta di lapangan memperlihatkan bahwa Jokowi adalah presiden terlemah, baik pasca reformasi, maupun secara umum dalam tujuh abad sejarah Republik Indonesia.

"Sesungguhnya Jokowi hanya ditopang tidak lebih dari tumpukan kardus. Dia minim dukungan parpol, TNI juga Polri. Yang menopangnya hanya kelas relawan seperti Projo, Bara JP, dan Seknas," kata Andrianto lagi.

"Kalau kabinet yang dibentuknya juga tidak mampu bekerja, maka kehancurannya tinggal menunggu waktu," demikian Andrianto. [dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya