Berita

Ini yang Akan Terjadi Bila Sri Mulyani Masuk Kabinet

KAMIS, 02 JULI 2015 | 19:11 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Nama Sri Mulyani kembali mencuat ke permukaan, digadang-gadang masuk kabinet menjadi Menko Perekonomian menggantikan Sofyan Djalil. Berbagai kemungkinan bila Sri Mulyani dipilih Presiden Jokowi pun menjadi pembicaraan hangat.

Ada yang meyakini seandainya dia yang masuk kabinet maka utang luar negeri RI ke lembaga-lembaga donor seperti Bank Dunia dan ADB akan bertambah. Utang tersebut diperoleh dengan diikuti tambahan persyaratan (conditionalities) yang menggadaikan kedaulatan negara.

Sebagian kalangan yang lain menganggap kebijakan ekonomi kita akan semakin neoliberal jika Sri Mulyani masuk tim ekonomi Kabinet Kerja. Kebijakan ekonomi dipastikan bertentangan dengan ajaran Trisakti. Di bawah kendali Sri Mulyani, kebijakan ekonomi nasional hanya akan menguntungkan modal asing dan pemilik modal besar, sementara rakyat kecil terlupakan.


Urusan menteri sepenuhnya hak prerogatif Presiden Jokowi. Tapi Jokowi perlu ingat bahwa keberpihakan Sri Mulyani terhadap asing nampak dari berbagai kebijakan yang dia buat saat menjabat Menteri Keuangan. Sri Mulyani misalnya melakukan peminjaman dari pasar uang internasional dengan tingkat bunga 1-1.5%. Besaran bunga yang dipatok Sri Mulyani ini lebih mahal dari tingkat bunga yang ditetapkan Thailand, Filipina dan Vietnam. Akibat kebijakan ini, negara rugi miliaran dolar.

Ada juga yang khawatir akan ada berbagai kerjasama proyek yang dilaksanakan dengan hasil pinjaman dari Bank Dunia bila Sri Mulyani yang dipilih. Sebagai contoh, saat menjabat Menteri Keuangan, Sri Mulyani melaksanakan proyek IT dan komputerisasi Dirjen Pajak dari Bank Dunia. Namun nyatanya, proyek tersebut tidak ada hasilnya dan tidak match dengan sistem IT Dirjen Pajak sebelumnya.[dem]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Ramadhan Pohan, Pendukung Anies yang Kini Jabat Anggota Dewas LKBN ANTARA

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

UPDATE

Kadisdik DKI Senang Lihat Kemping Pramuka di SDN 11 Kebon Jeruk

Sabtu, 10 Januari 2026 | 02:03

Roy Suryo Cs Pastikan Menolak Ikuti Jejak Eggi dan Damai

Sabtu, 10 Januari 2026 | 01:47

Polri Tetap di Bawah Presiden Sesuai Amanat Reformasi

Sabtu, 10 Januari 2026 | 01:14

Kesadaran Keselamatan Pengguna Jalan Tol Rendah

Sabtu, 10 Januari 2026 | 01:04

Eggi dan Damai Temui Jokowi, Kuasa Hukum Roy Suryo Cs: Ada Pejuang Ada Pecundang!

Sabtu, 10 Januari 2026 | 00:34

Debat Gibran-Pandji, Siapa Pemenangnya?

Sabtu, 10 Januari 2026 | 00:19

Prabowo Didorong Turun Tangan terkait Kasus Ketua Koperasi Handep

Sabtu, 10 Januari 2026 | 00:04

Eggi dan Damai Mungkin Takut Dipenjara

Jumat, 09 Januari 2026 | 23:46

Relasi Buku Sejarah dan Medium Refleksi Kebangsaan

Jumat, 09 Januari 2026 | 23:42

Kadispora Bungkam soal Lahan Negara di Kramat Jati Disulap Jadi Perumahan

Jumat, 09 Januari 2026 | 23:07

Selengkapnya