Berita

Peluang Letjen Munir Jadi KSAD Fifty-fifty

KAMIS, 02 JULI 2015 | 06:22 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Salah satu jenderal bintang tiga di TNI AD yang disebut-sebut pantas menjabat Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo adalah Letjen M. Munir.

Lantas, bagaimana peluang Munir dipilih Presiden Jokowi?

"Menurut saya, peluang Munir menjadi KSAD masih fifty-fifty," ujar pemerhati militer, Nayawan Persada kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (2/7).


Di satu sisi, menurut Nayawan, peluang Munir menjadi KSAD cukup terbuka karena dia merupakan Pati bintang tiga senior.

Munir yang lulusan Akmil 1983 bahkan sudah dua kali mendapat jabatan untuk bintang tiganya, yakni sebagai Pangkostrad dan Wakasad.

Namun di sisi lain, langkah Munir yang saat ini menjabat Wakasad menjadi KSAD bisa terhambat karena dirinya mantan ajudan Presiden SBY.

"Pada pergantian pemerintah (rezim), jarang ada Pati yang diusung pemerintah sebelumnya bisa diterima oleh pemerintah selanjutnya untuk menduduki posisi strategis di TNI (KSAD)," papar Nayawan yang alumni Ilmu Politik FISIP UI.

Nayawan punya catatan lain terhadap karir Munir di militer. Munir naik jadi Wakasad menggantikan Moeldoko yang ketika itu telah diangkat menjadi KSAD. Padahal sebenarnya, Munir sendiri sudah tiga kali masuk nominasi menjadi KSAD, namun belum berhasil menjadi orang nomor satu di TNI AD.

"Munir dalam nominasi menjadi KSAD sebelumnya selalu tidak dipilih oleh Presiden (SBY ketika itu). Dalam tiga kali nominasi menjadi KSAD, ternyata SBY lebih memilih Moeldoko, Budiman, dan Gatot Nurmantyo. Memang terasa janggal kenapa SBY tidak memilih Munir, apalagi Munir merupakan ajudan Presiden SBY pada periode I pemerintahannya," papar Nayawan.

Kalau bukan Munir, lantas siapa yang berpeluang dipilih Jokowi menjadi KSAD?

Analisa lanjutan dari pemerhati militer Nayawan Persada akan ditampilkan pada berita berikutnya.[dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya