Berita

jokowi/net

Pemerintahan Jokowi Tak Lindungi Satwa Liar!

RABU, 01 JULI 2015 | 02:03 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Pemerintahan Joko Widodo lemah dalam penegakan hukum perlindungan satwa liar. Hal itulah yang menyebabkan belakangan ini pembunuhan dan perdagangan satwa liar kian marak terjadi.

Demikian disampaikan investigator senior Scorpion Wildlife Trade Monitoring Group, Marison Guciano, dalam keterangan beberapa saat lalu (Rabu, 1/7). Scorpion merupakan perkumpulan aktivis pemantauan perdagangan satwa liar.

"Baru baru ini saja kita dikejutkan oleh tiga kasus pembunuhan satwa liar yang dilindungi dan masuk kategori kritis, yaitu pembunuhan dan pembakaran orang utan, harimau, dan bekantan. Parahnya, pelaku pembunuhan satwa liar itu justeru memposting tindak kejahatannya melalui media sosial," ungkapnya.


Berdasarkan investigasi Scorpion, lanjutnya, perdagangan satwa liar di pasar burung Jatinegara dan Pramuka kian marak terjadi. Selama empat minggu terakhir Investigator Scorpion ​telah mengunjungi dua pasar tersebut sebanyak enam kali.

"Pada setiap kunjungan, foto-foto satwa liar diambil dan diberikan kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, tapi tidak ada tindakan yang telah diambil sehingga perdagangan dan kekejaman terhadap satwa terus terjadi," demikian Marison [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Pelaku Kekerasan Seksual di Gili Trawangan Dibekuk di Bali

Rabu, 29 April 2026 | 16:19

Tak Terlantar Lagi, Keluarga Pasien RSUD Banggai Laut Bisa Pakai Rumah Singgah

Rabu, 29 April 2026 | 16:10

KPK Ungkap Ada yang Ngaku-ngaku Bisa Atur Kasus Bea Cukai

Rabu, 29 April 2026 | 16:09

Update Laka KA di Bekasi Timur: 15 Meninggal, 91 Luka-luka

Rabu, 29 April 2026 | 16:05

Anggota DPRD Jabar Bongkar Dugaan “Mahasiswa Gaib” di Kampus

Rabu, 29 April 2026 | 15:56

PLN Perkuat Posisi Indonesia sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Digital

Rabu, 29 April 2026 | 15:44

5 Kg Sabu Gagal Dikirim ke Solo dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 15:42

Kemenhaj Gerak Cepat Tangani Kecelakaan Bus Jemaah Haji di Madinah

Rabu, 29 April 2026 | 15:37

PT KAI Harus Perkuat Sistem Peringatan Dini untuk Cegah Kecelakaan

Rabu, 29 April 2026 | 15:27

Prabowo Tegaskan RI Negara Paling Aman: yang Mau Kabur, Kabur Aja!

Rabu, 29 April 2026 | 15:25

Selengkapnya