Berita

Gerindra: Pemerintah Jangan Semena-mena Serahkan PDAM ke Asing

SELASA, 30 JUNI 2015 | 16:21 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pemerintah diperingatkan untuk tidak cepat-cepat memberi lampu hijau kepada asing masuk dan mengelola BUMN maupun BUMD.

"Pemerintah harus berhati-hati, kalau kita perhatikan beberapa bulan belakangan ada banyak investasi asing baru yang masuk ke Indonesia dengan agendanya masing-masing. Oleh karena itu, jangan karena masalah utang lalu langsung memilih bantuan asing sebagai jalan keluar!" tegas Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Gerindra, H. Biem Benjamin dalam keterangannya, Selasa (30/6).

Politisi yang akrab disapa 'Bang Biem' ini menjelaskan, apapun yang terjadi pemerintah harus mencari cara mempertahankan PDAM.


"PDAM ini kan nyawa dari masyarakat Indonesia. Bukan sekedar produksi air, PDAM menjadi tanda kemandirian bangsa. Kalau sampai PDAM dikuasai atau dikelola asing, berarti nyawa kita kembali kita serahkan ke asing," paparnya.

Dia menganjurkan jika ada BUMN ataupun BUMD yang sedang sakit, maka harus dicari obatnya dan dibantu, bukan dilepaskan ke swasta atau asing.

"Kalau BUMD/BUMN sakit, kita carikan obatnya, kita perbaiki sistemnya. Untuk apa sampai saat ini kita bernegara, kalau ujung-ujungnya hanya bersandar kepada asing saat ada masalah," tutup Biem.

Seperti diketahui, tanggal 29 Juni kemarin Menteri PUPR,Basuki Hadimuljono, menyatakan akan memberi lampu hijau kepada swasta atau perusahaan asing untuk mengolah dan berinvestasi di PDAM. Langkah ini dipilih karena jumlah hutang PDAM yang sangat besar, mencapai Rp 4 triliun.[dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya