Berita

Hukum

KPK Garap Saksi Swasta untuk Nazaruddin

SELASA, 30 JUNI 2015 | 14:28 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Komisi Pemberantasan Korupsi terus mendalami tindak pidana korupsi pelaksanaan proyek PT Dita Graha Indah dan tindak pidana pencucian uang dalam pembelian saham PT Garuda Indonesia yang menjerat mantan Bendarahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin.

Terkait kasus ini, hari ini (Selasa, 30/6), penyidik KPK memeriksa salah satu saksi dari pihak swasta yakni Bambang Zulkarnain.

"Ia merupakam General Managet PT U Finance Indonesia. Saksi tersebut akan dimintai keterangannya untuk tersangka Nazaruddin," kata Kepala Bagian Pemberitan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha di gedung KPK, Jakarta.
 

 
Sebelumnya, dalam persidangan kasus dugaan suap Wisma Atlet, dalam kesaksian Wakil Direktur Keuangan Grup Permai, Yulianis mengungkapkan bahawa Nazaruddin diduga telah melakukan TPPU dengan menggunakan uang hasil korupsinya untuk membeli saham maskapai penerbangan nomor satu di Indonesia itu.

Yulianis juga mengungkapkan bahwa Nazaruddin memborong saham maskapai penerbangan tersebut dengan total saham senilai Rp 308,8 miliar di tahun 2010. Namun, Yulianis menjelaskan pembelian tersebut tidak langsung melalui Nazaruddin, melainkan disamarkan di sejumlah anak perusahaan Duta Garaha Indonesia, perusahaan milik Nazaruddin.

Akibat perbuatannya tersebut, Nazaruddin dijerat dengan Pasal 3 atau Pasal 4 juncto Pasal 6 UU 8/2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Kini, ia sedang menikmati hari-harinya di penjara Sukamiskin, Bandung.[wid]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

Efisiensi Perjalanan Dinas: Luar Negeri 70 Persen, Dalam Negeri 50 Persen

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:18

MPR Minta Pemerintah Tarik Pasukan TNI dari Misi UNIFIL

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:11

Imparsial: Andrie Yunus Buka Sinyal Gelap Pembela HAM

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:05

Tanpa Terminal BBM OTM, Cadangan Pertamax Berkurang Tiga Hari

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:53

Kemenkop–KemenPPPA Kolaborasi Perkuat Peran Perempuan Lewat Kopdes

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:45

Lippo Cikarang Tegaskan Tidak Terkait Perkara yang Diusut KPK

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:35

Membaca Skenario Merancang Operasi Gagal

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:28

BSA Logistics Melantai di Bursa Bidik Dana Rp306 Miliar

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:18

Jusuf Kalla Bereaksi atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:01

Diaspora RI Antusias Sambut Kedatangan Prabowo di Seoul

Selasa, 31 Maret 2026 | 20:56

Selengkapnya