Berita

andi arief/rmol

Andi Arief: Calon Kepala Daerah Jangan Tergantung Cukong

SELASA, 30 JUNI 2015 | 04:53 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Calon kepala daerah diminta bertarung secara mandiri tanpa melibatkan bantuan cukong. Hal ini penting, agar setelah sang calon kepala daerah menang dalam pilkada dan berkuasa, dia dapat mengabdikan diri untuk kepentingan rakyat, bukan menjadi alat dari cukong yang mensponsori.

Hal itu disampaikan tokoh muda Lampung, Andi Arief, ketika berbicara dalam acara buka puasa bersama Yayasan Pelopor 98 di Bandar Lampung, Senin petang (29/6).

Mandiri di sini dalam arti tidak bergantung pada tuan-tuan yang lain, sehingga nanti saat terpilih dia harus jadi bupati atau walikota atau gubernur tanpa embel-embel lain. Tapi memang dialah yang benar-benar berkuasa, tanpa ada matahari lain di dalam pemerintahannya,” ujar mantan Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana Alam.


Berkaitan dengan pelaksanaan pilkada serentak di Lampung, Andi Arief meminta setiap calon kepala daerah tidak tunduk pada kepentingan korporasi.

Kelemahan para calon ini kan rata-rata adalah finansial. Di situlah korporasi masuk. Kalau mereka (korporasi) masuk sudah dipastikan akan terjadi matahari kembar,” katanya lagi seperti dikutip kontributor Kantor Berita Politik RMOL, Donna Sorenty Moza.

Kalau sudah terjadi matahari kembar, atau kepala daerah dikontrol oleh kelompok cukong dan korporasi, maka yang rugi adalah rakyat. Kepentingan rakyat selalu dikesampingkan setiap kali berhadapan dengan kepentingan kelompok cukong dan korporasi.

Hanya pemimpin mandiri yang bisa bekerja melakukan apa saja untuk rakyat, dan dia pasti bisa melakukan sesuatu yang lebih bagus dari sebelumnya,” kata Andi Arief lagi.

Pada bagian lain, putra bungsu KH Arief Makhya ini berpesan agar siapapun bakal calon kepala daerah yang tidak bisa berbuat apa-apa, selain menggantungkan dirinya pada cukong dan korporasi, agar tidak maju dalam pilkada.

Harapan saya balonkada yang tidak bisa berbuat apa-apa, atau yang memiliki niat lain selain mengurusi rakyat, sebaiknya jangan mencalonkan diri,” demikian Andi Arief. [dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya