Berita

PILKADA SERENTAK 2015

KMP Protap Sorot Delapan Calon 'Hitam'

SENIN, 29 JUNI 2015 | 20:08 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Komunitas Muda Pendukung Provinsi Tapanuli (KMP Protap) mencatat ada delapan figur 'hitam' akan meramaikan bursa pemilihan kepala daerah di 12 kabupaten/kota di wilayah eks Karesidenan Tapanuli pada Desember 2015 nanti.

Kedelapan calon itu memiliki catatan masa lalu yang buruk, diduga kuat terlibat korupsi.

"Calon-calon itu umumnya berlatar belakang mantan birokrasi atau pengguna anggaran negara baik APBD maupun APBN. Itu dilakukan di wilayah tempatnya bertarung saat ini, maupun di wilayah sebelum dia mencalonkan diri," ujar Ketua Umum KMP Protap, Nelson Butar-Butar dalam keterangannya, Senin (29/6).


Oleh karenanya Nelson mengingatkan partai politik di wilayah eks Karesidenan Tapanuli mengetahui rekam jejak para calon yang akan diusung. Idealnya, kata dia, parpol bisa mencari tahu latar belakang para calon ke PPATK dan KPK.

"Kalau parpol tidak menerapkan pola itu, maka pantas bagi kami untuk mencurgai bahwa mereka hanya bersikap transaksional belaka. Parpol tidak serius ingin membangun Indonesia, khususnya membangun wilayah eks Karesidenan Tapanuli," tegasnya.

Lebih lanjut dikatakan Nelson, pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap proses pencalonan nama-nama bermasalah tersebut. Tak segan, kata Nelson, pihaknya akan melakukan langkah-langkah untuk membawa kasus yang menjerat mereka ke ranah hukum.

"Yang sudah terpantau oleh kami Tapanuli Selatan (Tapsel), Toba Samosir (Tobasa) dan Humbang Hasundutan (Humbahas)," demikian Nelson Butar-Butar menjelaskan.[dem]


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya