Berita

Politik

Beredar Transkrip Rekaman Penghinaan Rini Soemarno ke Presiden Jokowi

SENIN, 29 JUNI 2015 | 17:45 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Dari ciri-ciri yang disampaikan politisi PDI Perjuangan, menteri yang menghina Presiden Jokowi mengarah pada sosok Menteri BUMN Rini Soemarno.

Masinton Pasaribu membeberkan menteri yang menghina Presiden adalah menteri perempuan, bukan dari partai politik dan bergerak di bawah koordinasi bidang perekonomian.

Menanggapi hal itu, Menteri Rini Soemarno merasa heran. Rini mengaku dirinya kerap dijadikan sebagai sasaran tembak oleh kader Banteng.


Terlepas dari sikap politisi PDIP yang tidak mau menyebut nama dan bantahan Menteri Rini, beredar luas pesan elektronik berisi transkip rekaman penghinaan terhadap Presiden Jokowi itu.

Rekaman penghinaan terhadap Presiden Jokowi dilakukan oleh Menteri Rini Seomarno pada 3 Juni lalu dalam sebuah pembicaraan.

Di dalam pesan yang beredar, si penyebar pesan mengatakan hasil rekaman suara si menteri sudah diserahkan ke petinggi PDIP.

Redaksi memperoleh transkip rekaman pembicaraan yang diklaim sebagai pernyataan Menteri Rini yang menghina Presiden Jokowi itu. Berikut lengkapnya;

"Kalau memang saya hrs dicopot, silakan! Yg penting presiden bisa tunjukan apa kesalahan saya dan jelaskan bahwa atas kesalahan itu, saya pantas di copot!

Belum tentu juga Presiden ngerti, apa tugas saya. Wong! Presiden JUGA NGGAK NGERTI APA-APA."


Redaksi melakukan klarifikasi kepada para pihak terkait dalam berita, untuk memastikan kebernarannya. Klarifikasi akan ditampilkan dalam berita selanjutnya.[dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya