Berita

Tyra Banks/net

Blitz

Tyra Banks, Prihatin Model Sekarang Tertekan Harus Kurus

SENIN, 29 JUNI 2015 | 08:37 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Sebagai bekas supermodel, pencetus ide program pencari model dan juga pembawa acara America's Next Model, Tyra Banks baru-baru ini mengung­kapkan pendapatnya mengenai industri fashion dan model yang telah berubah. Bukan semakin lebih baik, tetapi semakin buruk. Terutama da­lam urusan tekanan untuk model memiliki tubuh sekurus mungkin.

"Menjadi model sekarang ini sangat tinggi tekanannya. Mereka dituntut tidak hanya terlihat bagus di atas panggung berjalan tetapi juga di luar catwalk. Mereka harus tiba di belakang panggung di ruang ganti terlihat dan bergaya sep­erti mereka telah berada di atas catwalk. Mereka harus lebih kurus dari orang kurus. Mereka harus bersaing dengan aktris, rekaman artis atau musisi dan bahkan bintang program realita untuk mendapatkan sampul depan majalah atau kampanye iklan sebuah produk." beber Banks.

Menjalani kehidupan model sejak masih duduk di bangku SMP, Banks mengerti benar tekanan untuk tetap kurus. Ketika pertama kali menjajal catwalk di 1991, ia langsung di-booking untuk tampil da­lam 25 pertunjukan di Paris Fashion Week. Ia juga menjadi wanita berkulit hitam pertama yang menjadi sampul depan majalah Sport Illustrated edisi baju renang. Untuk itu, sangat penting baginya tetap terlihat bugar dan kurus. Melalui akun instagram-nya, Banks mem­posting fotonya ketika ia masih menjadi model remaja.


"Sebagai model muda, yang menjadi perhatian memang selalu berat badan tetapi tidak seekstrim sekarang. Dulu saya menggunakan baju ukuran no­mer 6 masih dimaklumi. Tidak harus ukuran 0. Di belakang panggung juga saya berdandan layaknya anak remaja seperti di belakang panggung pertun­jukan YSL ini. Menggunakan baju flanel dan celana jins yang buruk. Pada waktu itu, Yves Saint Laurent sama sekali tidak peduli dengan penampilan saya di belakang panggung. Ia hanya mengharapkan saya terlihat luar biasa saat berjalan di catwalk," tuturnya.

Banks juga tidak percaya dengan diet dan lebih senang tubuhnya kelihatan seksi den­gan bokong montok. Ini berkat pengalamannya beberapa ta­hun lalu. Kala itu ia berusaha menurunkan berat badan tapi cara berpikir dan makannya berubah. "Jadi setelah bercer­min, saya merasa tidak ada yang bagus gara-gara diet. Malah bagian tubuh saya se­cara pribadi tidak enak dilihat," pungkasnya. ***

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Insiden di Lebanon Selatan Tak Terlepas dari Eskalasi Israel-Iran

Jumat, 03 April 2026 | 10:01

Emas Antam Ambruk Rp85 Ribu, Termurah Dibanderol Rp1,4 Juta

Jumat, 03 April 2026 | 09:54

UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit TNI

Jumat, 03 April 2026 | 09:48

KPK Tegaskan Tak Ada Intimidasi dalam Penggeledahan Rumah Ono Surono

Jumat, 03 April 2026 | 09:40

Komisi VIII DPR Optimis Jadwal Haji 2026 Tetap Aman dan Lancar

Jumat, 03 April 2026 | 09:26

Aksi Borong Bensin Picu Kelangkaan BBM di Prancis

Jumat, 03 April 2026 | 08:51

Reformasi Maret Tuntas: Jalan Terang Modal Asing Masuk Bursa

Jumat, 03 April 2026 | 08:26

Wall Street Melemah Tipis, Investor Berburu Aset Aman

Jumat, 03 April 2026 | 08:13

Serangan Israel Lumpuhkan Dua Pabrik Baja Iran, Produksi Terhenti hingga Setahun

Jumat, 03 April 2026 | 08:04

Dolar AS Perkasa, Indeks DXY Tembus Level Psikologis 100

Jumat, 03 April 2026 | 07:50

Selengkapnya