Berita

Politik

Gerindra: Kocok Ulang Kabinet Harus untuk Kepentingan Rakyat

MINGGU, 28 JUNI 2015 | 15:56 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Beberapa partai politik beranggapan sudah saatnya Presiden Joko Widodo merombak Kabinet Kerja. Kader PDIP menyebutkan yang perlu diperkuat adalah menteri di sektor ekonomi.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono mengatakan perombakan kabinet harus didasarkan dengan keadaan sosial ekonomi yang sekarang terasa berat untuk rakyat, yakni terjadinya penurunan kualitas hidup rakyat secara masif.

"Soal urusan pergantian itu hak progratif Presiden. Tapi bilamana reshuffle dilakukan demi rakyat akan memudahkan presiden dan semua partai untuk jernih. Ini bukan demi kepentingan elite tapi demi masyarakat," ujar Ferry dalam keterangan yang diterima redaksi, Minggu (28/6).


Kata Ferry yang pernah dipenjara terkait demo kenaikan BBM di era pemerintahan SBY, jika memang Presiden Jokowi mau mengocok ulang komposisi kabinet maka menteri yang diambil haruslah orang yang mampu bekerja dan dapat mengatasi persoalan bangsa.

"Paling tidak saatnya Presiden Jokowi membuktikan janji-janji kampanye saat pemilu lalu. Karena hingga saat ini belum ada yang terealisasikan dengan baik, seperti jatuhnya nilai tukar rupiah dan kenaikan harga-harga kebutuhan pokok dan lain sebagainyta," papar Ferry yang belum lama ini mendapat gelar Doktor Bidang Sosiologi ini.

Terkait kabar anggota Koalisi Merah Putih (KPM) masuk jajaran kabinet, Ferry menjelaskan tidak ada KMP atau KIH ketika bicara rakyat. Semua wajib mengutamakan kepentingan itu di atas kepentingan kelompok.

Di sisi lain Presiden Jokowi diharapkan bijaksana menanggapi desakan ini tetapi jangan sok pinter dan tidak mau mendengarkan karena situasinya bisa menjadi lebih buruk. Bisa seperti tahun 1998.[dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya