Berita

presiden joko widodo/net

RESHUFFLE KABINET KERJA

Tiga Orang Ini Konon Calon Menko Perekonomian

MINGGU, 28 JUNI 2015 | 12:00 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Mendekati akhir Ramadhan 1436 H, bursa kocok ulang Kabinet Kerja semakin panas dan ketat. Posisi Menko Perekonomian yang kini diduduki Sofyan Djalil dalam banyak perbincangan di kalangan politisi dan aktivis disebut-sebut sebagai salah satu pos yang akan terkena reshuffle.

Posisi baru menanti Sofyan Djalil. Belum jelas benar, namun sejumlah pos yang kabarnya sedang menanti Sofjan Djalil adalah Menteri Negara BUMN, menggantikan Rini Soemarno, juga Kepala Bappenas, menggantikan Andrinof Chaniago.

Kabar mengenai reshuffle ini memang masih kerap naik-turun. Tetapi sudah sejak dua pekan lalu ada tiga orang yang disebut-sebut dalam banyak pembicaraan di kalangan politisi dan kativis yang akan masuk menggantikan Sofyan Djalil.


Ketiganya adalah mantan Gubernur BI Darmin Nasution, mantan Menteri Keuangan yang kini bekerja untuk Bank Dunia Sri Mulyani Indrawati, serta mantan Menko Perekonomian dan Menteri Keuangan yang kini adalah Komisaris Utama BNI 46 Rizal Ramli.

Darmin Nasution dan Sri Mulyani adalah wajah lama yang pernah memperkuat pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. Keduanya dianggap memiliki peran dalam sejumlah kasus keuangan besar yang pernah terjadi di perioden lalu, termasuk megaskandal danatalangan untuk Bank Century senilai Rp 6,7 triliun.

Selain itu, keduanya juga merupakan elemen penting kelompok ekonom konservatif yang memiliki kecenderungan membela kepentingan market (baca: pasar internasional), dan di saat bersamaan mengeyampingkan atau menomorduakan kepentingan dalam negeri.

Berbeda dengan keduanya, Rizal Ramli dikenal sebagai ekonom ekonomi kerakyatan yang selama ini memperjuangan kedaulatan ekonomi rakyat dalam negeri. Pendekatan ekonomi Rizal Ramli unik. Dia bisa membuktikan, menjadi pendukung ekonomi kerakyatan tidak berarti berseberangan dengan kelompok ekonom internasional. Buktinya, Rizal Ramli merupakan salah seorang anggota Panel Ahli PBB.

Rizal yang pernah memperkuat pemerintahan Abdurrahman Wahid dikenal sebagai sosok yang memiliki seribu satu cara untuk memecahkan kebuntuan ekonomi. Terapi ekonominya di era Gus Dur terbukti pernah menyelamatkan sejumlah lembaga, seperti Bulog, Dirgantara Indonesia, Perusahaan Listrik Negara (PLN), Telkom, dan Garuda.

Di zaman SBY, Rizal Ramli sempat dibercaya menjadi Komisaris Utama Semen Gresik. Tugas dilaksanakannya dengan sangat baik. Rizal Ramli meninggalkan posisi itu karena berseberangan pendapat dengan pemerintah SBY terkait kenaikan harga BBM. [dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya