Berita

foto:net

Hukum

Presiden FRAKSI: Komunikasi Polri Membingungkan Publik soal Status Hukum Bupati Maros

MINGGU, 28 JUNI 2015 | 08:10 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) diminta agar memperjelas status hukum Bupati Maros, Hatta Rahman dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan lampu jalan Kabupaten Maros Provinsi Sulawesi Selatan. Pasalnya, hingga saat ini masyarakat masih dibingungkan dengan informasi yang tidak jelas dari dua struktur di internal kepolisian, Bareskrim Mabes Polri dan Polda Sulselbar.

"Tidak bisa bayangkan jika dalam sepekan ini publik dibuat bingung dengan tiga informasi berbeda yakni pernyataan awal dari Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri Brigjen Victor Edison Simanjuntak yang awalnya mengatakan bahwa Bupati Maros sudah ditetapkan jadi tersangka yang kemudian dibantah oleh Polda Sulselbar dan yang terakhir di Klarifikasi oleh Bareskrim bahwa memang terjadi kesalahan komunikasi, ini sungguh aneh, Institusi Polri yang punya sistem dan koordinasi paling tertib sejagad raya itu dibuat bingung lantaran hanya soal status hukum Bupati Maros," ungkap Presiden Front Gerakan Aktivis Indonesia (FRAKSI), Fuad Bachmid di Jakarta, Minggu (28/6).

Jelas dia, ini merupakan insiden paling langkah dalam dunia penegakan hukum, sebab Kepolisian yang mempunyai koordinasi yang rapi dan terkonsolidasi seperti itu punya perbedaan informasi hanya lantaran status hukum Bupati Maros, Hatta Rahman.


Perbedaan informasi seperti itu, kata Fuad Bachmid, telah melahirkan pandangan beragam terhadap komitmen pemberantasan korupsi oleh institusi Polri. Bahkan menurutnya perbedaan informasi di lingkup jajaran Kepolisian ini memberikan sebuah signal tersendiri bahwa komitmen pemberantasan korupsi yang digembor-gemborkan oleh Bareskrim Polri dibawah komando Komjen Budi Waseso hanyalah pepesan kosong lantaran belum maksimal dijalankan oleh jajaran Kepolisian secara keseluruhan, sehingga menurutnya Komjen Budi Waseso harus angkat bicara mengklarifikasi informasi tersebut secara kelembagaan menyangkut penanganan kasus tersebut dan tidak ragu memberikan sanksi terhadap jajarannya itu.

"Perilaku anak buah Jenderal Badrodin Haiti ini perlu diklarifikasi langsung oleh Bareskrim, ada motif apa sehingga Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri Brigjen Victor Edison Simanjuntak dan Polda Sulselbar cenderung bermain-main dengan informasi itu, inilah yang harus diklarifikasi oleh Kapolri atau minimal Kabareskrim, sehingga tidak melahirkan spekulasi berlebihan di kalangan publip apalagi status Tersangka Bupati Maros telah dibeberkan secara komprehensif dengan pernyataan meyakinkan oleh Brigjen Victor Edison Simanjuntak bahwa memang Hatta Rahman sudah ditetapkan sebaga Tersangka, dan jika terbukti mereka bermain-main maka harus di jatuhi sanksi sebab ada kode etiknya," katanya.

Bahkan, Fuad Bachmid mendesak Mabes Polri agar segera mengambil alih penyelidikan kasus tersebut dan menyeret pihak-pihak yang sudah ditetapkan sebagai tersangka sehingga bisa menyelamatkan reputasi Kepolisian yang saat ini sangat diapresiasi lantaran sedang membongkar kasus korupsi yang selama ini tidak diselidiki oleh KPK.

"Rencananya pekan depan kami ke Bareskrim Polri untuk mendesak Kapolri dan Kabareskrim agar segera mengklarifikasi penanganan kasus tersebut termasuk memperjelas status hukum Bupati Maros, Hatta Rahman dan segera memanggil para anggotanya untuk mengklarifikasi pernyataannya," tukasnya. [rus]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Galang Kekuatan Daerah, Reynaldo Bryan Mantap Maju Jadi Caketum HIPMI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:13

Anak Muda Akrab dengan Investasi, tapi Tanpa Perencanaan Finansial

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:59

Cuaca Ekstrem di Arab Saudi, DPR Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Heatstroke

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:46

Dolar AS Menguat 5 Hari Beruntun Dipicu Lonjakan Minyak dan Efek Perang Iran

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:33

Sindikat Internasional Digrebek, Komisi XIII DPR Minta Pemerintah Serius Berantas Judol!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:19

STOXX hingga DAX Ambles, Investor Eropa Dibayangi Risiko Inflasi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:03

Pesanan Hukum terhadap Nadiem Bernilai Luar Biasa

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:44

Volume Sampah di Bogor Melonjak Imbas MBG

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:37

Industri Herbal Diprediksi Berkembang Positif

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:23

Adi Soemarmo Masuk Tiga Besar Embarkasi Haji Tersibuk

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:16

Selengkapnya