Berita

Polisi Harus Segera Periksa Menteri BUMN

JUMAT, 26 JUNI 2015 | 19:18 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kepolisian diminta untuk segera memeriksa Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno. Pekan lalu, Menteri Rini dilaporkan atas tuduhan korupsi dan pelanggaran undang-undang terkait proyek pembangunan pusat data Telin 3 dan E-Government.

"Kami meminta Bareskrim Polri segera memeriksa Menteri BUMN dan Dirut Telkom atas dugaan tindak pidana korupsi dan atau pelanggaran UU No 17 Tahun 2011 tentang Intelijen Negara, sesuai laporan yang kami ajukan pada tanggal 17 Juni 2015," ujar Legal Advisor Indonesian Club, M.Taufik Budiman dalam pesan elekronik yang dipancarluaskan, Jumat (26/5).

Selain Menteri Rini, pihak yang harus segera diperiksa adalah Direktur Utama PT Telkom Alex J. Sinaga.


Menurut Taufik, laporan proyek kerjasama Telkom dan Singtel dalam Pembangunan Pusat Data Telin 3 di Jurong, Singapura dan pelayanan E-Government masuk kategori delik pidana umum atau biasa, dan bukan delik aduan.

Oleh karena itu, pihak Bareskrim Mabes Polri seharunya bertindak pro aktif untuk mengungkap dan melakukan proses hukum, penyelidikan dan penyidikan dengan memanggil dan memeriksa pihak-pihak terkait.

"Sesuai dengan fungsi dan wewenangnya, pihak Bareskrim harus segera melakukan penyelidikan dengan memanggil, memeriksa saksi-saksi, saksi ahli dan pihak terkait serta mengumpulkan data-data terkait dua proyek tersebut," papar dia.

Bila perlu, katanya, Polri dapat melakukan penyitaan terhadap dokumen dua proyek tersebut. Ini penting dilakukan Bareskrim untuk mencegah atau paling tidak mengurangi potensi kerugian negara yang lebih besar.

"Kami mengkuatirkan jika Bareskrim tidak bertindak cepat maka alat bukti dan data-data yang ada akan dihilangkan. Indikasi penghilangan alat bukti sangat kuat tatkala belakangan pihak Mentri BUMN dan Telkom sibuk melakukan klarifikasi yang justru menjadi blunder. Karena masing-masing pihak terkait memberikan argumen yang berbeda-beda yang justru membingungkan publik," tukasnya.[dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya