Berita

as hikam/net

Melegakan Kalau Benar Presiden Tolak Dana Aspirasi DPR

JUMAT, 26 JUNI 2015 | 07:16 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Meski belum final, Menteri Perencanaan Pembangunan/Kepala Bappenas Andrinof Chaniago sudah dua kali mengungkapkan bahwa Presiden Jokowi akan menolak dana aspirasi DPR.

Pakar politik senior Muhammad AS Hikam mengatakan, kabar tersebut sungguh melegakan bagi rakyat Indonesia yang menginginkan tegaknya Konstitusi dan semakin berjalannya sistem demokrasi secara substantif di negeri ini.

"Memang kita masih perlu menunggu sampai R-APBN 2016 dirampungkan dan diketok palu untuk membuktikan apakah benar Presiden Jokowi akan menolak dana aspirasi," sebut dia dalam akun facebooknya, Muhammad A S Hikam.


Tetapi untuk sementara, lanjut AS Hikam, apa yang dinyatakan oleh Menteri Andrinof haruslah dianggap sebagai isyarat positif dari Istana bahwa Presiden Jokowi memiliki ketegasan sikap. Dan yang perlu digarisbawahi juga adalah bahwa dalam masalah dana aspirasi ini Presiden Jokowi tidak ada pertentangan dengan Wapres Jusuf Kalla.

Jelas AS Hikam, Presiden Jokowi memang sudah seharusnya menolak segala bentuk proyek 'genthong babi' yang disodorkan oleh siapapun, khususnya para politisi sontoloyo di Senayan. Dan langkah ini merupakan hal yang sangat ditunggu oleh rakyat yang juga sudah jenuh, muak, dan marah dengan berbagai upaya manipulatif para wakil yang dipilih dan dipercaya untuk membawa aspirasi mereka tetapi ternyata berubah menjadi transaksi kepentingan pribadi dan kelompok.

"Kita berharap apa yang dinyatakan Kepala Bappenas akan menjadi kenyataan dan bukan hanya sekadar menjadi pelipur lara belaka," demikian jebolan University of Hawaii at Manoa AS itu.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Andrinof Chaniago dua kali menyatakan Presiden Jokowi tak setuju dengan dana aspirasi. Namun, Tim Komunikasi Presiden Teten Masduki menyebut, Presiden Jokowi belum mengeluarkan sikap.

"Belum (bersikap). Presiden akan minta pendapat Menteri Keuangan dulu," jelas Teten di Istana kemarin. [rus]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Galang Kekuatan Daerah, Reynaldo Bryan Mantap Maju Jadi Caketum HIPMI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:13

Anak Muda Akrab dengan Investasi, tapi Tanpa Perencanaan Finansial

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:59

Cuaca Ekstrem di Arab Saudi, DPR Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Heatstroke

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:46

Dolar AS Menguat 5 Hari Beruntun Dipicu Lonjakan Minyak dan Efek Perang Iran

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:33

Sindikat Internasional Digrebek, Komisi XIII DPR Minta Pemerintah Serius Berantas Judol!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:19

STOXX hingga DAX Ambles, Investor Eropa Dibayangi Risiko Inflasi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:03

Pesanan Hukum terhadap Nadiem Bernilai Luar Biasa

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:44

Volume Sampah di Bogor Melonjak Imbas MBG

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:37

Industri Herbal Diprediksi Berkembang Positif

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:23

Adi Soemarmo Masuk Tiga Besar Embarkasi Haji Tersibuk

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:16

Selengkapnya