Berita

Choirul Muna

NasDem: Terjadi Disparitas Kesejahteraan Antara Guru Kemenag dan Kemendikbud

KAMIS, 25 JUNI 2015 | 08:59 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Persoalan mengenai kesejahteraan guru Madrasah Tsanawiyah (MTs) yang kurang diperhatikan oleh Kementerian Agama menjadi sorotan pada Rapat Kerja Komisi VIII dengan Kementerian Agama, Rabu (24/6) kemarin. Anggota Komisi VIII dari Fraksi NasDem Choirul Muna menyampaikan situasi yang ditemuinya di daerah pemilihannya, Jateng VI. Ia menyebutkan, telah terjadi disparitas kesejahteraan antara guru di bawah naungan Kementerian Agama dengan Kementerian Pendidikan Nasional dan Kebudayaan.

"Misalnya kesejahteraan antara kepala SMP Negeri dengan MTs yang timpang dari aspek kalayakan penggajian dan fasilitas. Hal ini sungguh memprihatinkan, karena itu jangan sampai terjadi lagi. Kepala MTs kalau jalan dengan Kepala SMP itu malu, Pak. Ini persoalan sudah diskriminatif sekali,” sebutnya di hadapan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Selain itu, manajemen pemberian tunjangan yang sudah menjadi hak para guru madrasah di daerah dinilai sangat amburadul. Menurut Choirul, dalam kurun waktu 2011 sampai 2014 tunjangan untuk guru dan penyuluh agama selalu menjadi masalah dari tahun ke tahun. Keterlambatan pencairan dan tidak digaji berbulan-bulan sudah menjadi hal yang biasa bagi guru madrasah. Bahkan ia menyebutkan jika gaji dan tunjangan guru madrasah di dapilnya belum turun dari bulan Januari.  


Kemarin PGMI (Perkumpulan Guru Madrasah Indonesia) ke tempat saya berbondong-bondong untuk demo ke Kementerian Agama, perihal tunjangan yang masih teledor 2011-2014 akhirnya baru terbayarkan kemarin. Itu adalah kesenjangan. Yang kemarin itu pada menangis di tempat saya, PGMI ini mau lebaran, (tunjangan) diambil 50:50 dari tabungan anak-anak yang ada di madrasah karena mereka gak digaji sejak bulan januari,” jelasnya.

Choirul juga menganggap persoalan ini berkaitan dengan anggaran Kementerian Agama untuk belanja pagawai yang tidak terserap dengan baik. Dalam semester pertama 2015 ini, realisasi penyerapan anggaran Kementerian Agama baru 28 persen. Ia menilai bahwa angka tersebut sangat kecil dan jauh dari harapan. Untuk itu ia mengharapkan grand design Kementerian Agama untuk menuntaskan permasalahan seperti ini.
 
Besar belanja pegawai itu kalau kita lihat, digunakan 228.264 PNS di Kemenag termasuk dosen, guru, dan penyuluh agama. Realisasi anggaran itu baru 28 persen penyerapannya. Harus ada grand design  ke depan,” ungkapnya dalam rilisnya. [rus]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Galang Kekuatan Daerah, Reynaldo Bryan Mantap Maju Jadi Caketum HIPMI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:13

Anak Muda Akrab dengan Investasi, tapi Tanpa Perencanaan Finansial

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:59

Cuaca Ekstrem di Arab Saudi, DPR Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Heatstroke

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:46

Dolar AS Menguat 5 Hari Beruntun Dipicu Lonjakan Minyak dan Efek Perang Iran

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:33

Sindikat Internasional Digrebek, Komisi XIII DPR Minta Pemerintah Serius Berantas Judol!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:19

STOXX hingga DAX Ambles, Investor Eropa Dibayangi Risiko Inflasi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:03

Pesanan Hukum terhadap Nadiem Bernilai Luar Biasa

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:44

Volume Sampah di Bogor Melonjak Imbas MBG

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:37

Industri Herbal Diprediksi Berkembang Positif

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:23

Adi Soemarmo Masuk Tiga Besar Embarkasi Haji Tersibuk

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:16

Selengkapnya