Berita

Politik

Terbukti, SBY Tak Didengar Kadernya Sendiri

SELASA, 23 JUNI 2015 | 20:05 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Fraksi Demokrat DPR RI secara resmi menyatakan setuju dengan dana aspirasi Rp 11,2 triliun. Sikap ini bertolak belakang dengan seruan sang ketua umum, Susilo Bambang Yudhoyono.

"Sikap anggota Demokrat di DPR yang setuju dana aspirasi bertolak belakang dengan apa yang diinstruksikan SBY. Ini jadi bukti SBY tidak didengar kadernya," ujar Direktur Eksekutif Masyarakat Pemantau Kebijakan Legislatif dan Eksekutif (Majelis), Sugiyanto kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (23/6).

Menurut Sugiyanto, SBY tidak bisa mentolerir sikap anak buahnya di Senayan yang setuju dengan dana aspirasi. Sebagai kepanjangan tangan dari partai, semestinya mereka mengikuti apa yang diserukan oleh SBY.


"Apakah sikap Fraksi Demokrat itu atas imbauan SBY, ini yang harus dijelaskan (ke publik). Kalau benar ada intruksi SBY, berarti imbauan SBY agar menolak dana aspirasi cuma dramatisasi politik belaka. Itu juga berarti SBY sedang bermanuver untuk pencitraan dirinya dengan apa yang menjadi cerminan kepentingan publik," tukasnya.

Usulan Program Pembangunan Daerah Pemilihan (UP2DB) atau sering disebut dana aspirasi resmi disahkan DPR melalui rapat paripurna, hari ini. Dari 10 fraksi yang ada di DPR, tujuh diantaranya menyatakan setuju, dan tiga fraksi menyatakan menolak. Satu dari tujuh fraksi yang setuju adalah Fraksi Demokrat yang diketuai Edhie Baskoro Yudhoyono. Adapun tiga fraksi yang menolak adalah fraksi PDIP, Hanura dan Nasdem.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat yang juga Pimpinan DPR, Agus Hermanto mengatakan, seluruh kader Demokrat di DPR siap mengikuti sikap SBY yang menolak dana aspirasi.

Agus mengatakan kritik keras yang disampaikan SBY mengenai dana aspirasi melalui akun twitternya merupakan sikap Fraksi Partai Demokrat.

"Jadi yang disampaikan suara Fraksi. Yang di twitter adalah menjadi dasar yang disampaikan ke DPR," kata Agus baru-baru ini.[dem]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Pembongkaran Tiang Monorel Mangkrak Demi Penataan Kawasan

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:59

Lahan Huntap Korban Bencana Harus Segera Dituntaskan

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:52

Ini Identitas Delapan Orang dan Barbuk OTT Pejabat Pajak Jakut

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:12

Larangan Tambang Emas Rakyat, Kegagalan Baca Realitas

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:58

Pelapor Pandji Dianggap Klaim Sepihak dan Mencatut Nama NU

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:30

Romantisme Demokrasi Elektoral dan Keliru Baca Kedaulatan

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:08

Invasi AS ke Venezuela Bisa Bikin Biaya Logistik Internasional Bengkak

Minggu, 11 Januari 2026 | 05:45

Khofifah Ajak Pramuka Jatim Sukseskan Ketahanan Pangan dan MBG

Minggu, 11 Januari 2026 | 05:23

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Klok Dkk Siap Melumat Persija Demi Amankan Posisi

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:40

Selengkapnya